TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Dengan musik, “Menyelamatkan yang tersisa” di Nduga
  • Kamis, 17 Januari 2019 — 17:44
  • 496x views

Dengan musik, “Menyelamatkan yang tersisa” di Nduga

Warga yang menyaksikan konser, ikut memberi sumbangan
Konser amal galang dana di pasar Misi.Wouma, Kabupaten Jayawijaya (Jubi/Mawel)
Benny Mawel
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - "Menyelamatkan yang tersisa," begitu tulisan di spanduk pada aksi solidaritas dan penggalangan dana yang terpampang di atas Ruko, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (17/06/2018)

Di bawah spanduk, depan Ruko itu, kerumunan orang menyaksikan sejumlah musisi lokal memainkan musik irama Reggae. Di sana ada Samuel Pigai, dari Buselek Band, Bonny Lanny dari Suarek Band.

"Kita bawakan saja yang ada, karena kawan-kawan hubungi mendadak tadi malam,"ungkap Pigay usai tampil dengan sejumlah lagu kepada jurnalis Jubi.

Warga yang menyaksikan konser, ikut memberi sumbangan berupa uang hingga makanan kering dan basah.

Ulis Wamu, anggota solidaritas mengatakan konser ini akan digelar selama tiga hari. Hari kedua, konser amal akan digelar di Pasar Sinakma, Pasar Jabama.

Jauh sebelum itu, sejumlah warga di Distrik Pugima dan Minimo telah menggelar aksi sumbangan sukarela. Sumbangan sudah diserahkan ke penggungsi Nduga yang ada di Kyawage.

Kata dia, sumbangan solidaritas selama tiga hari ini akan diserahkan ke pengungsi warga enam distrik kabupaten Nduga yang mengungsi di distrik Kyawage, Kabupaten Lanny Jaya.

"Mereka sudah kekurangan pasokan makanan,"ungkap Wamu kepada jurnalis Jubi di sela-sela konser pengalangan dana.

Ence, anggota Solidaritas dari Yayasan Tratai Hati Papua mengatakan pihaknya sedang mendata pengungsi. Jumlah pengungsi yang ada di Kyawage mencapai ribuan.

"Tidak semua terdata. Kyawage itu ada seribu lebih pengungsi,ujar dia.

Kata dia, pengungsi yang masuk ke kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya pun belum terdata dengan baik.

Laporan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyebutkan 20 ribu warga mengungsi. Mereka tersebar ke hutan dan kabupaten tetangga, Jayawijaya, Lani Jaya, dan Asmat. (*)


 

 

loading...

Sebelumnya

Pemilu 2019 hampir tiba, posisi Ketua KPU Kota Jayapura kosong

Selanjutnya

Harapan Advokad HAM Papua terhadap debat Capres

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe