TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Keberadaan jembatan di Asmat diyakini mampu buka keterisolasian
  • Kamis, 17 Januari 2019 — 17:59
  • 703x views

Keberadaan jembatan di Asmat diyakini mampu buka keterisolasian

Dan akan menjadi ikon
Bupati Asmat, Papua Elisa Kambu - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - Bupati Asmat, Papua Elisa Kambu menilai keberadaan jembatan gantung dan jalan jembatan di Kampung Kaye, Distrik Agats, Kabupaten Asmat mampu membuka keterisolasian di daerah itu.

Ia katakan, pembangunan jembatan yang dianggarkan melalui proyek Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Bina Marga dikerjakan PT. Wijaya Karya, bakal menjadi ikon. 

"Pembangunannya sudah selesai dan akan menjadi ikon. Apalagi Asmat sudah dikenal dunia sebagai daerah wisata. Sehingga tentunya jembatan ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung," kata Kambu, di Jayapura, Kamis (17/1/2019).

Ia menjelaskan, dibangunnya jembatan di Asmat dalam rangka mendukung penanganan darurat bencana virus campak dan gizi buruk yang terjadi pada 2018 yang lalu, dan menelan biaya sebesar Rp81 milliar. Terbagi atas pembangunan jembatan gantung sekitar Rp7 milliar dan jalan jembatan sebesar Rp74 milliar.

Sementara ukuran jembatan gantung sepanjang 72 meter dan lebarnya 1,6 meter, sedangkan jalan beton panjang 2,9 kilometer dengan lebar  4 meter persegi.

"Jalan dan jembatan yang dibangun ini mengeliling beberapa jalur tempat pemukiman masyarakat di Ibukota Agats,  seperti di Kampung Kaye, Kampung Suru dan juga jalur jalan ketempat fasilitas umum lainya seperti ke rumah sakit baru dan museum," ujarnya.

"Keberadaannya tentu akan sangat membantu aktivitas masyarakat di Asmat, termasuk diyakini bakal meningkatkan perekonomian daerah setempat," sambungnya.

Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional XI Jayapura Oesman Marbun, mengatakan pembangunan jembatan di Asmat sudah selesai, tersisa pengerjaan jalan pendekat.

"Semoga di Maret 2019 ini seluruh pekerjaan sudah rampung semua," kata Oesman. (*)


 

loading...

Sebelumnya

Dengan musik, “Menyelamatkan yang tersisa” di Nduga

Selanjutnya

Tumpang tindih izin tambang dan sawit di Papua, Negara rugi Rp800 miliar lebih

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe