TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pemekaran dua distrik, Mantan Bupati Merauke: Terima kasih Mendagri
  • Jumat, 18 Januari 2019 — 07:51
  • 1553x views

Pemekaran dua distrik, Mantan Bupati Merauke: Terima kasih Mendagri

Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, serta Gubernur Papua, Lukas Enembe, karena menyetujui dua dari enam distrik yang diusulkan yakni Distrik Padua serta Distrik Kontuar, yang telah ditetapkan dan siap menjalankan roda pemerintahan.
Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, saat diwawancarai – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, serta Gubernur Papua, Lukas Enembe, karena menyetujui dua dari enam distrik yang diusulkan yakni Distrik Padua serta Distrik Kontuar, yang telah ditetapkan dan siap menjalankan roda pemerintahan.

“Memang saya mengusulkan untuk pemekaran tambahan distrik lagi dari jumlah yang ada 20 tahun 2015 silam, ketika masih menjabat sebagai Bupati Merauke,” ungkap Romanus Mbaraka kepada Jubi, Kamis (17/1/2019).

Pemekaran dua distrik baru, demikian Romanus, adalah di Pulau Kimaam. Karena untuk ke Pantai Barat, sangat susah, termasuk medan ekstrem. Sehingga tentunya berdampak terhadap pelayanan pemerintahan.

Selain itu, katanya, ada beberapa titik rawan dari aspek pemenuhan kebutuhan khususnya pangan.

“Kalau di selatan Kimaam pada musim begini, akan terjadi air pasang tinggi dan tanaman masyarakat terendam semua. Olehnya, suka tidak suka, pemekaran dua distrik tambahan di Pulau Kimaam harus dilakukan,” katanya.

Persoalan lainnya adalah persebaran penduduk tidak merata sehingga pemekaran distrik perlu sekali dilakukan. Jadi, tak ada kepentingan pribadi maupun politik dibangun. Tetapi itu untuk bagaimana agar pendekatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat lebih baik.

Dengan pendekatan pelayanan, menurutnya, diharapkan pembangunan dari aspek pangan, ekonomi, pendidikan, serta kesehatan lebih maksimal. Karena sejumlah daerah tersebut sulit dilalui, karena hanya melalui transportasi laut.

“Kita harus mempersiapkan Kabupaten Merauke ke depan menjadi kota maju serta modern. Olehnya, semua daerah tertinggal, terisolir, maupun terpencil serta di daerah perbatasan, perlu dibuat maju,” pintanya.

Merauke, katanya, memiliki beban moral karena merupakan kabupaten induk. Jangan sampai kabupaten pemekaran seperti Boven Digoel, Mappi, serta Asmat malah lebih maju.

Asisten I Setda Merauke, Sunarjo, mengatakan dua distrik tersebut sudah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) dan roda pemerintahan akan segera dijalankan.

“Saya baru ditelpon dari Kemendagri untuk menyelesaikan beberapa persyaratan lagi seperti pemetaan dan lain-lain. Jika itu sudah diserahkan ke kementerian, aktivitas untuk dua distrik dipastikan sudah dapat berjalan tahun ini,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Bantuan alat pertanian, Anggota DPR RI: Kalau disalahgunakan akan ditarik

Selanjutnya

Wabup Merauke dan Mappi temui Ketua Komisi V DPR RI

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe