TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Semangat menyala peternak tua
  • Jumat, 18 Januari 2019 — 23:02
  • 723x views

Semangat menyala peternak tua

Gabriel Konamprat menempuh belasan kilometer setiap hari untuk mengumpulkan sampah pasar dan diolah menjadi pakan babi.
Gabriel Konamprat bersama gerobak pengangkut bahan pakan ternaknya – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Aris Munandar
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

USIA Gabriel Konamprat menjejaki 70 tahun, tetapi semangatnya masih menggelora. Hari-harinya selalu berkutat mengurusi kandang dan mencari pakan peliharaannya.

Konamprat mengawali aktivitas rutinnya sejak pukul 06.00 Waktu Papua setiap hari. Dia mendorong gerobak dari kediamannya menuju Pasar Baru untuk mengumpulkan sisa makanan sebagai pakan babi. Belasan kilometer ditempuhnya saban pagi.

Jubi menemui pria tua itu saat melintas di jalan menuju Pasar Baru. Di gerobaknya terdapat beberapa lembar karung untuk diisi sisa makanan maupun batang sayur dari pasar.

“Setelah di rumah, saya mencampurkannya,  lalu dimasak kembali,” kata Konamparat, Kamis (17/1/2019). 

Warga Biankuk, Kelurahan Karang Indah, ini sudah belasan tahun bergelut di peternakan babi. Sebelum bertolak mencari pakan ternak ke pasar, dia tidak pernah lupa memberi makan terlebih dahulu peliharannya.

“Saya merasa tenang ketika babi sudah makan pagi, sebelum mencari cadangan untuk sorenya.”

Konamprat hampir saban tahun menjual ternaknya sehingga hanya tersisa tiga pasang babi di kandang. Namun, akhir-akhir ini dia kerap menolak pembeli yang hampir setiap pekan berdatangan untuk menawar ternaknya.

“Sekarang saya tidak bisa layani (pembeli) karena babi tinggal enam ekor.”

Peternak ini mematok harga sebesar Rp 3 juta seekor untuk babi berusia delapan bulan, dan Rp 8 juta seekor untuk babi dewasa. Pada tahun lalu, ia mengantongi Rp 16 juta dari menjual dua ekor babi dewasa. 

Ternak milik Konamparat tidak lama lagi bakal bertambah. Ada dua betina bunting dan siap melahirkan dalam waktu dekat.

“Setelah satu beranak, mungkin bisa dijual untuk dipelihara kembali.”

Konamprat tinggal bersama isterinya karena dua anak mereka telah menikah. Dia mengaku hasil penjualan babi cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya tersebut. 

“Kedua anak pernah meminta saya berhenti beternak babi karena pakannya sulit didapat, tetapi saya tolak. Saya memang sudah tua, tetapi masih kuat mencari sisa makanan di pasar,” ungkapnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Hendrikus Hengky Ndiken, mengapresiasi jerih payah Konamprat. Dia mengaku sering berpapasan dengan peternak babi tersebut di jalan.

“Saya sering melihat bapak (Konamprat) melintas dengan gerobak setiap hari. Rupanya dia ke pasar mencari sisa makanan untuk babi peliharaannya,” kata Ndiken.

Ndiken berharap pemerintah setempat turut memperhatikan usaha yang digeluti Konamprat. Minimal menyiapkan bantuan permodalan sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan dan pemeliharaan ternak.

“Apalagi yang bersangkutan (Konamprat) sudah tua dan harus mendorong gerobak hingga begitu jauh setiap hari.” (*)

loading...

Sebelumnya

Timsus Rajawali Polres Merauke mulai ‘beraksi’

Selanjutnya

Di Ampera IV, polisi amankan puluhan botol sopi

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe