TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Antara sampah dan kesadaran masyarakat
  • Sabtu, 19 Januari 2019 — 13:59
  • 607x views

Antara sampah dan kesadaran masyarakat

Persoalan klasik pemerintahan daerah adalah pengelolaan sampah.
Sampah perkotaan yang menumpuk di Danau Sentani beberapa waktu lalu. -Jubi/Engel Wally
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi - Perkembangan teknologi yang semakin pesat, membawa manusia pada suatu masa dimana banyak barang dapat dibuat secara praktis. Selain memudahkan manusia untuk menciptakan alat bantu, namun hal ini tidak diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan. Contohnya, penggunaan plastik sekali pakai yang semakin hari membuat sampah kian menumpuk.

Persoalan klasik pemerintahan daerah adalah pengelolaan sampah. Semua kegiatan pengelolaan sampah dari pengendalian timbulnya sampah, pengumpulan, pengolahan, sampai proses pembuangan sampah, diharuskan mempertimbangkan faktor kesehatan lingkungan.

Menurut Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008, pengelolaan sampah didefinisikan sebagai kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah secara optimal. Kegiatan pengurangan meliputi pembatasan timbunan sampah, pendauran-ulangan, dan pemanfaatan kembali.

Salah satu pengelola Bank Sampah Kenambai Umbai, Kabupaten Jayapura, Farah Febriyanti mengatakan, pihaknya mengelola hasil sampah rumah tangga dalam jumlah ratusan ton setiap tahunnya.

Dikatakan, dari ratusan ton sampah rumah tangga ini, tidak bisa dibayangkan jika berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), lantas tidak dikelola dengan baik.

“Bisa-bisa TPA kita menjadi sebuah gunung sampah,” ujar ibu dua anak ini, dalam sebuah rapat persiapan Pemerintah Kabupaten Jayapura Go Adipura, belum lama ini.

Penanganan sampah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, sampai dalam proses pengelolaan belum serius. Hal ini dibuktikan dengan pengumpulan sampah kota, masih ditumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS), berupa lahan kosong milik warga yang dikontrakkan.

Saat Rapat Koordinasi beberapa waktu lalu, untuk mengecek kesiapan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), guna pencanangan Go Adipura, di aula lantai Dua Kantor Bupati Jayapura baru-baru ini, dilaporkan Ketua Bappeda kepada Bupati Jayapura Mathius Awoitau, bahwa TPA yang dibangun Pemerintah Provinsi Papua sudah selesai. 

Hanya saja proses penyerahan fasilitasnya belum dilakukan bersama Pemkab Jayapura dalam hal ini instansi teknis. Bupati Jayapura setelah mendapat laporan tersebut, memerintahkan untuk digunakan saja sambil dilaksanakannya proses administrasi dan penyerahan barang. Hal-hal ini menjadi indikator bagaimana penanganan sampah di daerah ini belum maksimal.

“Kami ini seperti petugas kebersihan begitu, masyarakat yang buang kami pemerintah yang bersihkan,” ujar Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, dalam rapat koordinasi bersama seluruh OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura, belum lama ini.

Dari sisi ketersediaan fasilitas penunjang, pemerintah sudah menyiapkan fasilitasnya. Armada pengangkut setiap pagi melayani di sepanjang protokol jalan utama, dan di setiap lingkungan perumahan warga yang dibantu dengan tenaga petugas.

Kendati demikian, sampah masih terlihat di mana-mana setelah dibersihkan oleh petugas setiap pukul 05.00-07.00 pagi. Di beberapa titik TPS sudah ditempatkan petugas untuk mengawasi masyarakat yang datang membuang sampah, di luar dari waktu yang ditentukan.

Pengelolaan sampah membutuhkan kesadaran setiap masyarakat. “Belum ada regulasi yang jelas soal sampah, kalaupun ada, hal tersebut belum disosialisasikan ke publik,” ujar Yafet Felle, warga yang tinggal di Kampung Yobeh, Selasa 15 Januari 2019.

Menurutnya, harus ada regulasi yang kuat sehingga ada efek jera terhadap mereka yang sering memanfaatkan tempat-tempat umum, sebagai lokasi pembuangan sampah. Apalagi, kata dia, ada beberapa sungai besar yang bermuara ke Danau Sentani. 

"Kami yang tinggal di pesisir danau biasanya kaget dengan tumpukan-tumpukan sampah, yang sampai di pinggir rumah. Botol-botol plastik air mineral, botol sisa –sisa oli, kantong plastik yang masih terisi sisa-sisa makanan, pembalut wanita, dan popok. Padahal di kampung ini tidak ada warung makan atau bengkel motor,” kata Yafet.

Saat ini pemerintah daerah telah mencanangkan Kabupaten Jayapura Go Adipura 2019. Pemerhati lingkungan, Marshall Suebu menilai, ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan sampah di daerah ini.

“Yang pasti sampah harus dibersihkan, penataan kota harus segera dibenahi. Ada ruang terbuka hijau, taman kota, dan tempat-tempat bermain bagi anak-anak sehingga kota ini tidak terlihat kumuh dan tidak tertata. Apalagi ada tumpukan sampah di mana-mana."

Sebagai penerima Kalpataru, Suebu mengatakan, Kabupaten Jayapura cukup beruntung dengan adanya dua mahakarya alam yakni Pegunungan Cycloop dan Danau Sentani. Dua ikon ini memiliki ketergantungan yang sangat kuat, artinya masyarakat Kabupaten Jayapura selama ini mendapatkan pasokan air bersih dari Cycloop sebagai sumber air alami dan cagar alam yang patut dilindungi, demikian pula Danau Sentani sebagai penghasil ikan air tawar terbesar selama ini.

“Gunung Cycloop dan Danau Sentani ibarat 'ibu kandung' yang terus menjaga dan merawat kita dari semua kebutuhan hidup. Sangat disayangkan kalau dua mahakarya ini dilupakan dan tidak dirawat dengan baik,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Lima alasan penolakan Mako Brimob di Wamena 

Selanjutnya

Untung lumayan dari berjualan madu

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe