TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Guru di Serui belum terima tunjangan 2018
  • Sabtu, 19 Januari 2019 — 20:16
  • 850x views

Guru di Serui belum terima tunjangan 2018

"Kami belum menerima TPB dan ULP sejak Januari-Desember 2018," kata salah satu guru SMK Kainui di Serui, Sadar Parlindungan Saragih, ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Sabtu (19/1/2019).
Ilustrasi, demo guru di Papua – Jubi/tribratanews.papua.polri.go.id
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Sejumlah guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, mengaku belum menerima tunjangan pendapatan bersyarat (TPB) dan uang lauk pauk (ULP) sejak Januari hingga Desember 2018.

"Kami belum menerima TPB dan ULP sejak Januari-Desember 2018," kata salah satu guru SMK Kainui di Serui, Sadar Parlindungan Saragih, ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Sabtu (19/1/2019).

Menurut Sadar, tunjangan tersebut pada 2016 lancar dibayarkan kepada para guru SMK.

"Waktu itu pembayarannya masih ditangani di kabupaten. Tetapi setelah pertengahan 2017 pembayarannya dialihkan ke provinsi langsung, tidak dibayarkan selama 2018," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kepulauan Yapen, namun diarahkan agar menanyakan ke provinsi karena sudah dialihkan berdasarkan kebijakan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

"Kami bingung karena sudah menanyakan ke provinsi, tetapi tidak ada penjelasan yang jelas dari Disdik Papua kepada para guru," kata Sadar.

Dia mengemukakan lantaran tunjangan itu belum dibayarkan, akhirnya sejumlah guru di Kepulauan Yapen tidak masuk sekolah dan mengajar.

"Tidak hanya kami di SMK Kepulauan Yapen, saja tetapi semua guru SMA/SMK se-Papua belum menerima TPB dan ULP," ujar Sadar.

Pada 22 Maret 2018, para guru di Nabire melakukan unjuk rasa menuntut pembayaran gaji dan tunjangan mereka yang belum dibayarkan sejak Januari 2018. Namun hingga kini belum ada realisasinya.

Kepala Bidang SMK Disdik Papua, Yulianus Kuayo, ketika dikonfirmasi meminta agar masalah itu langsung dikoordinasikan dengan Kepala Dinas Pendidikan karena menyangkut masalah anggaran.

"Ade langsung koordinasi dengan Kadis. Sebaiknya Kadis yang menjelaskan sesuai perannya karena ini terkait dana atau anggaran," ujarnya.

Kepala Disdik Papua, Elias Wenda, ketika dikonfirmasi terkait masalah tersebut tidak merespons pesan singkat yang dikirim via WhatsApp.

Pemprov Papua resmi mengambil alih pengelolaan SMA/SMK dari pemerintah kabupaten/kota yang ditandai dengan penyerahan personel, pendanaan, prasarana, dan dokumen (P3D) SMA/SMK di Gedung Negara Dok V Jayapura pada 19 Oktober 2017.

Pemprov Papua juga menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Papua Nomor 8 Tahun 2018 tentang Tunjangan Perbaikan Penghasilan.

Dalam Pergub Nomor 8/2018 yang ditandatangani Lukas Enembe pada 7 Februari 2018 itu pada Pasal 3 ayat (2) huruf g disebutkan bahwa pegawai yang tidak berhak mendapat TPP adalah PNS Kabupaten/Kota yang dialihkan status kepegawaiannya menjadi PNS provinsi akibat pengalihan sebagian urusan pemerintahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (*)

loading...

Sebelumnya

Teknologi dan internet jadi tantangan Madrasah kekinian

Selanjutnya

Membangun toleransi di sekolah

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe