TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Dukcapil Mimika tindaklanjuti dugaan pemalsuan dokumen kependudukan
  • Sabtu, 19 Januari 2019 — 20:39
  • 827x views

Dukcapil Mimika tindaklanjuti dugaan pemalsuan dokumen kependudukan

"Saya akan telusuri siapa yang buat barang ini," kata Aprida.
Ilustrasi, pemalsuan akta kelahiran – Jubi/disdukcapil.bontangkota.go.id
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Timika, Jubi - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, menindaklanjuti dugaan pemalsuan dokumen kependudukan akta kelahiran.

Pelaksana Tugas Kepala Disdukcapil Mimika, Aprida, di Timika, Sabtu (19/1/2019), mengatakan pihaknya segera memanggil orangtua dari pemilik akta kelahiran yang diduga dipalsukan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sebelumnya, Kamis (18/1/2019), Disdukcapil Mimika menemukan dokumen akta kelahiran yang diduga palsu.

Dokumen tersebut diminta oleh seseorang yang belum diketahui pasti identitasnya, untuk menyesuaikan nama di dalam akta dengan ijazah. Dokumen tersebut diduga dipalsukan dengan cara di-scan. Bahkan terdapat sejumlah kejanggalan seperti tanggal penerbitan dokumen tersebut yang ditandatangani oleh mantan pejabat Kepala Disdukcapil yang pada tahun 2016 sudah tidak menjabat.

"Dokumen ini ditandantangani oleh Muhammad Thoha pada 8 Juni 2016. Padahal waktu itu yang menjabat sebagai kepala Dinas adalah Bartolomeus Kunong dan pada saat ini Bartolomeus tidak mendapat kewenangan untuk menandatangani semua dokumen kependudukan," ujar Aprida.

"Saya akan telusuri siapa yang buat barang ini," kata Aprida.

Sementara itu terkait pemalsuan tanda tangan pejabat lama atas nama Muhammad Thoha, Aprida menunggu sikap Thoha, apakah akan dilaporkan ke pihak kepolisan atau tidak.

Thoha yang kini menjabat Kepala Dinas Pemuda, Olahraga Pariwisata, dan Kebudayaan mengaku resah dengan pemalsuan tanda tangan dan pencatutan namanya pada dokumen kependudukan. Ia mengaku hal tersebut bukan yang pertama, bahkan ia pernah melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan kepada pihak kepolisian namun tidak ditindaklanjuti.

Plt Disdukcapil mengimbau kepada seluruh warga Mimika, agar mengurus dokumen kependudukan di kantor Disdukcapil dan menghindari calo. Pengurusan semua dokumen kependudukan, kata Aprida, tidak dipungut biaya. (*)

loading...

Sebelumnya

BPJS Kesehatan masih tunggak klaim RSUD Mimika dan RS Mitra Masyarakat

Selanjutnya

Dishub Mimika minta warga buka blokade lapter Kapiraya

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe