TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Cap tera tak kunjung tiba, peneraan pun terkendala
  • Minggu, 20 Januari 2019 — 19:22
  • 617x views

Cap tera tak kunjung tiba, peneraan pun terkendala

"Ini pengadaan dari Kementerian Perdagangan. Suratnya sudah masuk dan akhir bulan ini kami diminta untuk mengambil di Bandung, sekaligus mengurus biaya administrasinya," ujarnya.
Seorang pedagang di Pasar Hamadi sedang menggunakan timbangan - Jubi/Ramah
Ramah
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Robert L. N. Awi mengatakan, cap tera sebagai penanda menjadi kendala saat melakukan tera ulang pada timbangan, alat ukur dan takar di sejumlah tempat usaha.

"Setelah kami melakukan tera, kekurangan kami hanya satu, yaitu cap teranya. Cap tera menandakan alat ukur, takar dan timbangan lolos uji tera maka dicap sah segel," ujarnya di kantor Walikota Jayapura, Sabtu (19/1/19).

Agar memaksimalkan pelayanan tera alat timbang takar dan ukur yang digunakan di seluruh pasar tradisional, pasar modern maupun unit-unit lainnya seperti SPBU dan agen minyak tanah, kata Awi, pihaknya menyurati Kementerian Perdagangan Republik Indonesia agar diberikan cap tera.

"Ini pengadaan dari Kementerian Perdagangan. Suratnya sudah masuk dan akhir bulan ini kami diminta untuk mengambil di Bandung, sekaligus mengurus biaya administrasinya," ujarnya.

Apabila cap teranya sudah ada, lanjutnya, petugas Disperindagkop dan UKM setempat sudah siap melakukan tera ulang pada alat ukur, takar dan timbangan.

"Kami punya tiga orang penera ahli dan satu orang pengamat tera. Kami punya kantor metrologi di Pasar Entrop. Kami berharap 2019 ini kami mengoperasikan itu karena SK kami sudah keluar dari metrologi Bandung menyatakan bahwa Kota Jayapura sudah layak untuk melakukan tera ulang," tuturnya.

Diakui, cap tera peralatannya sangat mahal dan juga kabupaten/kota di Indonesia harus mengantri untuk bisa mendapatkan cap tera.

"Sudah dua tahun kami melobi terus, masuk tahun ketiga baru dapat dan tahun keempat baru kerjanya atau dari 2014 hingga 2018. Metrologi adalah sebuah unit kegiatan dalam bidang perdagangan. Berbeda dengan meteorologi dalam bidang cuaca," tuturnya.

Terpisah, seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Hamadi, Sahril mengaku, sangat menyambut baik adanya tera ulang timbangan yang dilakukan oleh pemerintah agar memberikan kepuasan pada konsumen.

"Sangat bagus karena untuk menghindari kecurangan pada pedagang maupun pelaku usaha sehingga memberikan perlindungan pada konsumen terkait kepastian barang dibeli," kata Sahril, Minggu (20/1/19). (*)

loading...

Sebelumnya

Dana Inalum untuk beli Freeport jelas dan tanpa agunan apapun

Selanjutnya

Mengayuh hidup dengan berjualan piring lidi

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe