TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Serikat pekerja Tunisia rencanakan pemogokan umum
  • Minggu, 20 Januari 2019 — 23:05
  • 578x views

Serikat pekerja Tunisia rencanakan pemogokan umum

Pemogokan itu dilakukan setelah dialog dan perundingan dengan pemerintah mengenai kenaikan upah pegawai sektor-masyarakat membentur kebuntuan.
Ilustrasi, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Hammamet, Jubi - Serikat pekerja terbesar di Tunisia, telah mengumumkan pemogokan umum dua-hari oleh pekerja sektor-masyarakat pada 20 Februari 2019.

"Pemogokan umum ini perlu," kata pemimpin Serikat Pekerja Umum Tunisia (TGLU), Noureddine Taboubi, dalam pernyataan setelah pertemuan serikat pekerja, Sabtu (19/1/2019).

Kantor Berita Turki, Anadolu menyebutkan pemogokan itu dilakukan setelah dialog dan perundingan dengan pemerintah mengenai kenaikan upah pegawai sektor-masyarakat membentur kebuntuan.

Tercatat pada Kamis (17/1/2019), ribuan pegawai negeri sipil Tunisia tinggal di rumah, sebagai bagian dari pemogokan umum yang diserukan oleh TGLU guna menuntut kenaikan gaji.Sedangkan November lalu, serikat pekerja itu menyelenggarakan pemogokan serupa guna menuntut kenaikan upah buat anggota serikat pekerja layanan umum Tunisia, yang memiliki sebanyak 650.000 orang.

Namun pemogokan tersebut gagal membujuk pemerintah agar memenuhi tuntutan lama pekerja berupa gaji lebih tinggi untuk pegawai sektor layanan masyarakat. Sejak aksi perlawanan rakyat di Tunisia pada 2011, negeri itu telah menghadapi tiga pemogokan umum untuk memprotes kondisi ekonomi yang memburuk.

Tunisia adalah tempat kelahiran aksi perlawanan "Arab Spring", yang melanda seluruh Afrika Utara serta Timur Tengah pada awal 2011. Aksi perlawanan rakyat di Tunisia memaksa penguasa otoriternya, Zaine Al Abidine Ben Ali, meletakkan jabatan dan akhirnya meninggalkan negeri tersebut-- setelah hampir 25 tahun berkuasa. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Topan musim dingin ganggu transportasi AS

Selanjutnya

Penjaga perdamaian PBB tewas dalam serangan di Afrika Barat

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe