TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. PM Australia akhiri kunjungan di Vanuatu dan Fiji
  • Senin, 21 Januari 2019 — 10:20
  • 602x views

PM Australia akhiri kunjungan di Vanuatu dan Fiji

Kunjungan historis itu menandai pertama kalinya seorang perdana menteri Australia, melakukan kunjungan bilateral selama lebih dari satu dekade.
Scott Morrison dan Frank Bainimarama di Fiji. - RNZI/ Twitter/ Scott Morrison
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengakhiri perjalanan tiga harinya ke Vanuatu dan Fiji, dimana ia mengumumkan bantuan tambahan bernilai jutaan dolar untuk wilayah Pasifik, namun menerima kritikan akibat sikap apatis Australia dalam menangani isu perubahan iklim.

Kunjungan historis itu menandai pertama kalinya seorang perdana menteri Australia, melakukan kunjungan bilateral selama lebih dari satu dekade.

“Jika ada satu hal yang harus diketahui mengenai Australia, dan saya yakin ini benar, adalah bahwa jika kita membuat komitmen, kita berpegang teguh pada komitmen itu,” kata Morrison, Jumat lalu (18/1/2019), dalam pidatonya di Universitas Pasifik Selatan (USP) di Suva.

Di Fiji, komitmen Australia lebih meluas, sementara di Vanuatu terkesan lebih impulsif. Pada hari Rabu pekan lalu, Morrison dan PM Vanuatu, Charlot Salwai, mencapai kesepakatan untuk melonggarkan larangan ekspor kava ke Australia, didorong oleh permintaan PM Salwai selama pertemuan mereka.

Di Fiji, lebih banyak hasil kerja yang diumumkan.

Inisiatif ‘Vuvale Partnership’ baru antara Fiji dan Australia diumumkan, mencakup kerja sama dalam bidang pendidikan senilai AS$ 60 juta dengan Universitas Pasifik Selatan, untuk menaikkan standar pengajaran di perguruan tinggi itu, dan program bernilai AS$ 12 juta untuk mengirim konten televisi Australia ke Pasifik selama tiga tahun ke depan.

Morrison juga secara resmi mengumumkan masuknya Fiji dalam Skema Tenaga Kerja Pasifik (Pacific Labour Scheme), menyusul berita November lalu bahwa Australia akan memperluas skema tenaga kerja itu ke semua negara di Kepulauan Pasifik, dan menaikkan batas kuota tenaga kerja. Fiji juga akan bergabung dengan program Pacific Medicines Testing Program milik Australia.

Hari berikutnya, di USP, Morrison menekankan kembali komitmen pemerintahnya, dalam tindakan melawan perubahan iklim, dengan berkata itu adalah salah satu dari banyak tantangan global yang akan mereka hadapi bersama. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Dikunjungi PM Australia, Vanuatu netral

Selanjutnya

Mama-mama pedagang di Vanuatu bantu orang Bengali

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe