TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Mama-mama pedagang di Vanuatu bantu orang Bengali
  • Senin, 21 Januari 2019 — 10:30
  • 467x views

Mama-mama pedagang di Vanuatu bantu orang Bengali

Beberapa sumber mengatakan inisiatif itu diambil oleh pihak berwenang di pasar itu, untuk membantu korban kasus perdagangan orang paling besar yang pernah tercatat di negara itu.
Mama-mana pedagang memberikan bantuan makanan kepada orang-orang Bengali yang terlantar akibat proses pengadilan di Port Vila. DVU/Richard Nanua
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi - Asosiasi Mama-mama yang umumnya berjualan di pasar sentral di Port Vila, menyumbangkan makanan secara cuma-cuma kepada orang-orang Bengali yang ditahan di negara itu sambil menanti putusan dari pengadilan, terkait gugatan perdagangan orang yang melibatkan mereka.

Beberapa sumber mengatakan inisiatif itu diambil oleh pihak berwenang di pasar itu, untuk membantu korban kasus perdagangan orang paling besar yang pernah tercatat di negara itu.

Koran Daily Post menyaksikan serah terima bantuan itu di pasar sentral minggu ini.

Para korban memuji kebaikan mama-mama pedagang di pasar itu, setelah mereka menerima pemberian sayur-sayuran segar, hasil panen, dan produk apa pun yang dijual, padahal mama-mama itu tidak mengenal siapakan korban-korban itu. Mereka sudah berada di Vanuatu sejak sekitar lima bulan yang lalu tanpa pekerjaan, dan mengharapkan bantuan dari siapa saja yang bersedia membantu mereka, dengan berbagai keperluan seperti makanan, pakaian, atau uang.

Dokumen perjalanan mereka ditahan oleh polisi sementara menunggu proses pengadilan. Saat diwawancara, mereka mengungkapkan rasa rindu pada rumah mereka, dan berkata bahwa mereka terus berdoa agar seluruh proses berjalan lancar, dan mereka dapat kembali bersua dengan anak-anak dan keluarga mereka di Bangladesh.

Hingga saat ini, orang-orang itu masih tinggal di properti milik Sekdah Somon dan Buxoo Nabilah Bibi di Port Vila. Somon dan Bibi sedang digugat karena mendatangkan mereka ke Vanuatu, dan mengklaim mereka akan diberikan pekerjaan bergaji tinggi. Ada juga laporan bahwa orang-orang itu, telah membayar dalam jumlah yang besar kepada Somon dan Bibi. Beberapa orang memang memiliki izin kerja yang resmi, namun yang lainnya diduga bekerja secara ilegal di Vanuatu, sejak kedatangan mereka September sampai November tahun lalu.

Somon dan Bibi sudah ditangkap dan sekarang mendekam di balik jeruji besi, dengan gugatan 12 kasus perdagangan orang dan perbudakan. Pasangan itu diharapkan akan diproses tahun ini. (Daily Post)

loading...

Sebelumnya

PM Australia akhiri kunjungan di Vanuatu dan Fiji

Selanjutnya

Daftar pemilih resmi, polisi Kepulauan Solomon siap amankan pemilu

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe