TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Militan Kolombia bertanggung jawab bom mobil
  • Senin, 21 Januari 2019 — 17:29
  • 302x views

Militan Kolombia bertanggung jawab bom mobil

Pemboman pada Kamis pekan lalu dikabarkan menewaskan 20 orang termasuk pelaku.
Ilustrasi, pixabay.com
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi - Tentara Pembebasan Nasional (ELN) Kolombia mengklaim bertanggung jawab atas insiden bom mobil yang meledak di akademi kepolisian, yang berada di ibu kota Bogota, pekan lalu. Mereka menyatakan bom diledakan sebagai pembalasan setelah pemerintahan Presiden Kolombia, Ivan Duque, menyerang kamp ELN pada Natal tahun lalu.

"Presiden tidak menghormati sikap damai, dan jawabannya adalah melakukan serangan militer terhadap kami," kata pernytaan ELN, dikutip dari AFP, pada Senin (21/1/2019).

ELN menyatakan tentara militer Kolombia membom salah satu kamp mereka pada 25 Desember 2018 lalu, bom ini menimbulkan sebuah keluarga petani terdekat terkena dampaknya.

"Sangat tidak adil bahwa, ketika pemerintah menyerang kita, kita tidak bisa menanggapi dengan membela diri," demikian pernyataan ELN menjelaskan.

ELN menjelaskan operasi yang dilakukan terhadap akademi tersebut sah menurut hukum perang, tanpa korban non-kombatan. Akademi kepolisian yang diserang, menurut pernyataan ELN, adalah instalasi militer, tempat para taruna menerima pelatihan menjadi anggota intelejen dan melakukan operasi militer.

Pemboman pada Kamis pekan lalu dikabarkan menewaskan 20 orang termasuk pelaku. Serangan tersebut berdampak besar pada perundingan damai ELN dengan Kolombia yang belum juga rampung.

Menanggapi insiden pemboman itu Duque mengancam akan membatalkan perundingan damai tersebut.

Tercatat perundingan damai itu pertama digelar oleh Presiden Juan Manuel Santos, untuk mengakhiri pemberontakan ELN yang sudah berlangsung lebih dari lima dasawarsa.  Salah satu draf kesepakatan yang dirancang berisi perjanjian untuk menjadikan ELN sebagai partai politik jika mereka setuju berdamai. (*)

loading...

Sebelumnya

Penjaga perdamaian PBB tewas dalam serangan di Afrika Barat

Selanjutnya

Wartawan korban pembunuhan ditemukan di barat laut Meksiko

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe