TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Mahasiswa tagih janji Komnas HAM terkait kasus Nduga
  • Senin, 21 Januari 2019 — 18:48
  • 1605x views

Mahasiswa tagih janji Komnas HAM terkait kasus Nduga

Salah satu Mahasiswa Papua, Ambrosius Mulait mengatakan, ia dan peserta aksi lainnya menagih janji Komnas HAM pasca pengaduan yang dilayangkan pada 19 Desember lalu terkait pengeboman di Kampung Mbua dan Yigi. 
Aksi front persatuan rakyat dan mahasiswa anti militerisme - Jubi/Doc
Agus Pabika
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Front Persatuan Rakyat dan Mahasiswa Anti Militerisme menagih janji Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang sempat menyatakan akan membentuk tim independen untuk menginvestigasi kasus pelanggaran HAM di Nduga Papua. 

Salah satu Mahasiswa Papua, Ambrosius Mulait mengatakan, ia dan peserta aksi lainnya menagih janji Komnas HAM pasca pengaduan yang dilayangkan pada 19 Desember lalu terkait pengeboman di Kampung Mbua dan Yigi. 

"Waktu itu Komnas HAM berjanji akan membentuk tim independen namun tidak dilaksanakan sesuai janji 30 hari, padahal rakyat sipil di Nduga sedang sekarat di hutan membutukan pertolongan tim Independen, untuk mengantarkan sembako dan lainnya. Kata komisioner Komnas HAM, mereka sedang menjalin komunikasi dengan Komnas HAM di Jayapura dan aktivis HAM di Wamena untuk memastikan semua informasi yang beredar,” ceritanya seperti dalam rilis yang diterima Jubi, kemarin.

Dalam kesempatan ini, peserta aksi juga meminta Komnas HAM segera menyurati Presiden Jokowi dan Kapolri Tito untuk segera menarik Militer dari Nduga. 

Peserta aksi lainnya, Ikonius Waker mendesak Pemerintah Indonesia menghentikan berbagai tindakan represif aparat di Nduga. Menurutnya, saat ini kondisi warga di Nduga sangat memprihatinkan. Mereka terpaksa mengungsi kedalam hutan dimana pasokan makanan juga tak memadai. Belum lagi kondisi kesehatan warga Nduga yang mengungsi semakin memprihatinkan. 

“Akibat penyisiran di tiga kampung sebagian rakyat sipil meninggal dan kami yang masih hidup sudah satu bulan di hutan untuk melindungi diri dari aparat yang melakukan operasi militer besar-besaran dari tanggal 2 Desember 2018  hingga sekarang tahun 2019, masih berlangsung,” ceritanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Mahasiswa Papua desak PBB turun tangan di kasus Nduga

Selanjutnya

Otsus Papua dan DOB harus masuk dalam debat Capres selanjutnya

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe