TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Petugas Polair hajar supir truk
  • Senin, 21 Januari 2019 — 22:32
  • 831x views

Petugas Polair hajar supir truk

Belum sempat membela diri, Rumbobiar kembali diseret ke belakang mobil oleh petugas Polair tersebut. Petugas yang terlihat mabuk itu meminta sejumlah uang kepada Rumbobiar. Ia sempat berjanji akan memberikan sejumlah uang saat sudah mendapatkan honor. 
Korban saat berada di ruang perawatan RSUD Nabire – Jubi/Titus Ruban.
Titus Ruban
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi – Seorang supir truk kayu di Distrik Makimi babak belur dan harus mendapat perawatan di RSUD Nabire setelah dihajar oleh Petugas dari Polair (Kepolisian Perairan) Nabire, Jumat pekan lalu. Honglius Rumbobiar saat ditemui Jubi, Senin (21/1/2019) di ruang perawatannya mengatakan, penganiayaan yang diterimanya terjadi saat dirinya hendak Kampung Kimi dari Lagari. Diperjalanan, ia dihadang oleh seorang anggota Polair berpakaian dinas lengkap.

“Saya sudah lewat di jauh dari pos di dekat Bank BRI, kami langsung di hadang anggota pakai pakaian lengkap. Saat mobil dalam keadaan belum berhenti, tiba – tiba pintu mobil di buka. belum sempat bertanya dan saya juga belum berhenti, dia tarik kerah baju dan saya jatuh di aspal dan langsung pusing karena kepala terbentur,” katanya.

Belum sempat membela diri, Rumbobiar kembali diseret ke belakang mobil oleh petugas Polair tersebut. Petugas yang terlihat mabuk itu meminta sejumlah uang kepada Rumbobiar. Ia sempat berjanji akan memberikan sejumlah uang saat sudah mendapatkan honor. 

"Belum sempat bangun karena pusing, saya ditarik ke belakang mobil. Saya bilang belum ada uang dan nanti kalau sudah bayar baru balik untuk kasih. Dan saya lihat dia dalam keadaan mabuk. Saat mengatakan sabar karena belum ada uang, anggota itu mengatakan bahwa saya tipu. Dia bertanya mengapa saya tak berhenti saat melewati pos. Padahal saat itu saya tidak melihat ada orang di pos,” jelasnya. 

Tak berhenti di sana, Rumbobiar kembali mendapat pukulan di bagian wajah. Ia mencoba menghindar namun pelaku menyerang dengan memukul di bagian rahang kiri korban.

“Pukulan kedua di hidung dan ketiga di rahang saya langsung pingsang, dan saya lalu di bawah ke rumah sakit. Saat ini yang dirasakan sakit adalah hidung, muka memar dan rahang sakit. Sebentar mau dirontgen,” jelasnya.

Penganiayaan yang dialami Rumbobiar kemudian mengungkap fakta lain soal adanya dugaan pungli oleh petugas di pos penjagaan. Rumbobiar mengatakan untuk setiap pos penjagaan baik pos polisi dan pos kehutanan, para sopir truk yang mengangkut kayu diharuskan membayar Rp100 ribu kepada petugas yang berada di pos.

Dalam sehari, sedikitnya ada sekitar 10 hingga 20 truk yang mengangkut kayu di wilayah itu. Sementara untuk pos yang dilalui dari arah lagari hingga ke kota ada dua, yakni satu pos kehutanan dan satunya lagi pos polair. 

“Semua truk yang bawah kayu harus bayar itu. Biasa lima sampai 10 yang lewat, kalau tidak bayar ya, begini akibatnya. Padahal waktu saya lewat tidak ada orang di pos dan saya juga tidak bawah uang,” ujarnya.

Keluarga korban meminta kepada aparat kepolisian untuk menghukum pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Pihak keluarga juga meminta aparat kepolisian menyelidiki dugaan pungli yang kerap meresahkan para sopir truk yang mengangkut kayu. 

Sementara itu, Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap anggota yang diduga melakukan penganiayaan. Termasuk akan meminta keterangan dari korban guna menyelesaikan persoalan tersebut.

"Saat ini oknum berinisial JAS (33), sudah diamankan  dan di tahan oleh Propam guna proses penyidikan,” kata Kapolres seperti dikutip dari Tribratanews.papua.polri.go.id.

Lanjut Sonny, dari hasil pemeriksaan awal Propam , oknum JAS diketahui mengkonsumsi Miras sebelumnya. Dan selanjutnya, kasus ini diserahkan kepada Sat Reskrim Polres Nabire untuk penanganan perkara pidananya.

“Dan juga permohonan maaf kepada pihak keluarga atas perilaku oknum anggota yang tidak terpuji,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Warga Morgo swadaya tambal jalan berlubang pakai semen

Selanjutnya

Sampah PKL di RTH Pantai Nabire belum dikelola baik

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe