TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Features
  3. Angkat sampah sejak era Pasar Lama
  • Selasa, 22 Januari 2019 — 09:49
  • 454x views

Angkat sampah sejak era Pasar Lama

"Setiap hari dong urus sampah di pasar, bagaimana dengan dong pu kesehatan?" kata Mama Yuliana, sebelum ia beranjak.
Kaleb sedang mengangkat sampah di Pasar Pharaa Sentani. -Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

SEORANG perempuan Papua paruh baya bergegas menuju Blok A Pasar Pharaa Sentani. Langkahnya melambat, ketika melewati beberapa petugas kebersihan yang tengah memilah dan memunguti sampah.

"Seharusnya dong (petugas kebersihan) dilengkapi pelindung saat bekerja," kata perempuan itu, yang belakangan diketahui bernama Mama Yuliana, Sabtu pagi, 19 Januari 2019.

Mama Yuliana mengaku prihatin, saat melihat para petugas kebersihan yang mengais dan memunguti sampah, hanya dengan alat bantu sekop dan gerobak dorong. Bahkan mereka hanya bersendal dan tanpa menggunakan masker. Sementara bau busuk menguar dari tumpukan sampah yang dihinggapi lalat.

"Setiap hari dong urus sampah di pasar, bagaimana dengan dong pu kesehatan?" kata Mama Yuliana, sebelum ia beranjak.

Di sudut halaman parkir di Pasar Pharaa, sampah menumpuk setinggi pinggang orang dewasa. Para petugas sibuk mengeruk dan mengangkutnya ke truk. Saya menghampiri seorang petugas kebersihan yang telah saling kenal. Namanya Kaleb Sokoi, 56. Ia tinggal di Kampung Yahim, Kelurahan Dobonsolo, Kabupaten Jayapura.

Setelah bertukar sapa, pria yang akrab disapa Kaleb ini, beristirahat sejenak. Kaleb sudah dua dekade lebih bekerja sebagai petugas kebersihan di Kota Sentani.

"Dari masih zaman Pasar Lama sampai Pasar Baru. Itu dari tahun 90-an sampai sekarang," kenangnya, sambil menyeka peluh di keningnya.

Setiap pagi dalam sepekan, Kaleb dan teman-temannya bekerja membersihkan tiga sampai lima lokasi tumpukan sampah di Pasar Pharaa, yang luas pasar itu mencapai tiga hektare.

Sebagai pekerja kebersihan yang selalu berhadapan dengan sampah, ia mengaku kerap memikirkan soal kesehatannya. Namun fasilitas keamanan bagi para pekerja belum tersedia, seperti sarung tangan, masker, dan lars.

“Begini kondisinya sudah. Kitong pu dua teman su mendahului (meninggal) karena sakit," katanya. Sakit yang diderita kedua temannya itu, kata dia, berhubungan dengan organ pernapasan.

Kaleb mengaku, sampai sekarang belum pernah menderita sakit parah. Ia juga ingin bekerja selama tenaganya masih bisa, sebab baginya pekerjaan apa pun harus dijalani dengan ikhlas, yang terpenting tidak mencuri. "Ini sudah takdir yang kuasa untuk sa."

Menyangkut status pekerjaannya, beberapa tahun lalu ia dan ketujuh rekannya telah ditetapkan sebagai pegawai honorer bersurat keputusan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar, Pemerintah Kabupaten Jayapura. "Gaji dua juta tiap bulan. Yang lalu kami terima setiap tiga bulan sekali."

Gaji yang ia terima, dipakainya untuk kebutuhannya sehari-hari. Ia belum memiliki pendamping hidup. Hampir semua rekan kerjanya, kata Kaleb, telah berkeluarga.

“Mungkin karena sa tukang angkat sampah jadi ade nona tra mau,” candanya.

Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Jayapura, Khirul Lie mengatakan, pekerjaan yang digeluti para petugas kebersihan memang memiliki risiko kesehatan.

“Rentan terhadap penyakit kulit, tuberkulosis, dan infeksi saluran pernapasan atas. Karena bau serta kuman yang menempel di sampah,” katanya, di Sentani.

Dua tahun lalu, kata Lie, Dinas Perindustrian dan Perdagangan melalui UPTD Pasar, mengusulkan penambahan armada pengangkut, petugas kebersihan, serta fasilitas pendukung bagi para pekerja di Pasar Pharaa.

“Miris juga melihat para pekerja yang bekerja tanpa fasilitas pelindung yang baik. Sampai sekarang kami masih menunggu usulan dua tahun lalu itu."

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Jayapura, tengah mencanangkan program kebersihan menuju Kabupaten Jayapura Go Adipura. Selain pembangunan Ruang Terbuka Hijau, Taman Kota, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya, pemerintah fokus untuk menangani persoalan sampah. (*)

loading...

Sebelumnya

Belum semua orang tua paham pentingnya KIA

Selanjutnya

Sengkarut lahan pelabuhan Paumako

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe