TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Tapal batas Keerom dan Jayapura, sementara pakai batas Provinsi Papua  
  • Selasa, 22 Januari 2019 — 17:04
  • 298x views

Tapal batas Keerom dan Jayapura, sementara pakai batas Provinsi Papua  

Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Papua, Doren Wakerkwa, usai rapat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom dan Kabupaten Jayapura di sebuah hotel di Kota Jayapura, Selasa (22/1/2019), mengatakan tapal batas kedua kabupaten itu sementara mengacu yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Papua, sambil menunggu BPN turun melakukan pengukuran.
Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Papua, Doren Wakerkwa, saat memimpin pertemuan antara Pemkab Jayapura dan Keerom membahas tapal batas – Jubi/David Sobolim
David Sobolim
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Masalah tapal batas Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom sudah berlangsung lama. Beberapa tahun terakhir, masalah ini terus dibahas dan Pemerintah Provinsi Papua memfasilitasi, tetapi hingga kini belum ditemukan solusinya.

Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Papua, Doren Wakerkwa, usai rapat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom dan Kabupaten Jayapura di sebuah hotel di Kota Jayapura, Selasa (22/1/2019), mengatakan tapal batas kedua kabupaten itu sementara mengacu yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Papua, sambil menunggu BPN turun melakukan pengukuran.

“Pemkab Keerom sudah membangun di Kampung Alang-Alang 5 dan Pemkab Jayapura juga sudah membangun di sana. Tetapi mereka adalah satu keluarga yang berada di sekitar Kampung Yokiwa dan Distrik Skamto Kabupaten Keerom. Masalahnya akan dipisahkan yaitu fokus hanya batas pelayanan pemerintah,” jelas Wakerkwa.

Untuk permasalahan terkait tabal batas ini, imbuh Wakerka, akan dilanjutkan dengan agenda melihat surat dan sudah ditugaskan kepada BPN dua kabupaten tersebut untuk melakukan koordinasi, baru akan diputuskan.

Bupati Jayapura, Matius Awaitouw, mengatakan batas tersebut sudah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Papua di Kali Kabur Distrik Sentani Timur.

Bupati Awoitauw minta Pemkab Keerom melihat tabal batas yang dibuat pemerintah provinsi. Jika Pemkab Keerom masih mengklaim, pihaknya akan menempuh jalur hukum.

Asisten I Sekda Kabupaten Keerom,  Nucahyo Agung, mengatakan Pemkab Keerom sejak tahun 2006 sudah melakukan pelayanan di Dusun Alang-Alang 5 dan 6 serta sudah mengalokasikan anggaran untuk bangun kampung tersebut.

Pada tahun 2014, dusun tersebut ditingkatkan menjadi kampung. Selama terbentuk Kampung Alang-Alang Raya, Pemkab Keerom memberikan dana ADK Rp 1,4 miliar. Dan itu sudah berjalan di lapangan. 

Namun Nucahyo Agung mengembalikan kepada masyarakat untuk memilih bergabung dengan Kabupaten Keerom atau Kabupaten Jayapura, karena yang mempunyai hak untuk memilih adalah masyarakat. (*)

loading...

Sebelumnya

Kantor dipalang, pelayanan tetap jalan

Selanjutnya

Pemprov Papua sudah usulkan Wabup Keerom ke Kemendagri

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe