Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Vietnam disudutkan banyak negara karena illegal fishing
  • Kamis, 08 Desember 2016 — 17:28
  • 688x views

Vietnam disudutkan banyak negara karena illegal fishing

Vietnam menjadi negara yang paling banyak disudutkan karena tingginya kasus penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) yang dilakukan kapal-kapal Vietnam di perairan Pasifik.
Kapal Vietnam yang dibakar di Palau. –RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Suva, Jubi – Vietnam menjadi negara yang paling banyak disudutkan karena tingginya kasus penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) yang dilakukan kapal-kapal Vietnam di perairan Pasifik. Direktur Kesepakatan Nauru, Ludwig Kumoru mengatakan bahwa penyangkalan yang dilakukan Vietnam sungguh tidak bisa diterima oleh masyarakat Pasifik.

“Mereka tidak seharusnya datang ke sini dan menyangkal di forum,” ujar Kumoru dalam salah satu sesi pertemuan di Komisi Perikanan Pasifik Tengah dan Barat yang berlangsung di Suva.

Menurut dia, Vietnam seharusnya bertanggungjawab. Reaksi Vietnam terhadap ini malah akan mengajukan keberatan. “Saya kira mereka sedang bercanda, saya benar-benar tidak senang dengan respons Vietnam yang seperti ini,” ujar Kumoru.  

Vietnam terus menyangkal meski kapal-kapal berbendera Vietnam tertangkap di dekat Palau, Papua Nugini, Australia dan Kaledonia Baru. Salah seorang direktur di Kementerian Perikanan Vietnam, Vu Duyen Hai menolak bertanggungjawab atas insiden penangkapan kapal berbendera Vietnam di Palau dengan 10 orang kru dari Vietnam.

Menurut Hai, kapal tersebut tidak terdaftar di Vietnam. Padahal, kapal yang sama tidak hanya pernah tertangkap di Palau, melainkan juga di Indonesia. Kapal itu terbukti diawaki oleh orang Vietnam dan berlayar dari Vietnam.

Direktur Forum Badan Perikanan, James Movick mendukung pernyataan Kumoru dalam insiden kapal Vietnam bernama Blue Boats tersebut. “Vietnam tidak bisa lari dari tanggung jawab,” ujarnya.

Pihaknya telah mengangkat masalah ini di komisi dan percaya bahwa negara asal kapal seharusnya mengambil langkah tegas terhadap awak kapal dari negaranya.

Kumoru menambahkan, negara mempunyai tanggung jawab untuk memastikan kelangsungan industri perikanan tanpa merugikan kehidupan orang-orang Pasifik. Nilai kerugian yang dialami negara-negara di Kepulauan Pasifik akibat illegal fishing mencapai 152 juta dolar AS. “Perikanan adalah urusan semua orang. Seharusnya semua orang ikut menjaga sumber daya alamnya, kita harus bekerjasama,” katanya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Investor Jepang tuntut pemerintah Mariana Utara

Selanjutnya

Gubernur Chan khawatirkan penambangan bawah laut

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34343x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22713x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18854x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe