Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bali NTT
  3. Produksi kedelai Mataram tertinggi nasional
  • Kamis, 08 Desember 2016 — 18:13
  • 2523x views

Produksi kedelai Mataram tertinggi nasional

Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat tingkat produksi kedelai di kota itu tertinggi secara nasional.
Ilustrasi. Petani memanen kacang kedelai. –tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Mataram, Jubi – Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat tingkat produksi kedelai di kota itu tertinggi secara nasional. "Hampir setiap tahun, produksi kedelai petani di Kota Mataram menjadi juara satu, karena produksinya bisa mencapai dua ton per Ha," kata Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Kamis (8/12/2016).

Dikatakan, kendati luas tanam kedelai di kota ini hanya berkisar 400-500 Ha, namun petani dapat mengelola lahannya secara maksimal. Karenanya, selain menjadi produksi tertinggi secara nasional, kualitas kedelai hasil petani di Kota Mataram juga memiliki kualitas unggul.

Dengan demikian, hasil produksi kedelai di Kota Mataram rata-rata sudah dipesan oleh perusahaan-perusahaan besar di Pulau Jawa dengan harga yang cukup menjanjikan. "Memiliki keunggulan dari segi kandungan gizi dan kualitas, kedelai petani dijual keluar daerah sebagai bahan baku kecap dan susu," katanya.

Menurut dia, dalam menaman kedelai, petani kota menggunakan berbagai teknologi sehingga kedelai yang dihasilkan memiliki kualitas unggulan. "Strategi yang digunakan tentu berawal dari pemilihan bibit unggul, pemupukan, pengairan dan teknologi lainnya," katanya.

Menurut dia, sekitar 400-500 hektare lahan tanam kedelai itu tersebar pada empat kecamatan dari enam kecamatan yang ada yakni di Kecamatan Sekarbela, Ampenan, Mataram dan Kecamatan Selapang. "Namun yang paling dominan adalah petani di Kecamatan Selaparang terutama di Kelurahan Rembiga, apalagi mereka sudah memiliki awik-awik kalau setelah tanam padi harus menanam kedelai," ujarnya.

Ia mengakui, dengan kualitas kedelai yang bagus itu, kedelai lokal Mataram tidak dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan tahu dan tempe. Asalannya, selain harga kedelai lokal lebih mahal, kedelai lokal juga kurang cocok jika dijadikan bahan baku tahu dan tempe. "Karena itu, pengusaha tahu tempe lebih baik menggunakan kedelai impor yang lebih murah sehingga tidak berdampak juga terhadap kenaikan harga jual tahu tempe," katanya.(*)
 

loading...

Sebelumnya

Satgas berhasil cekal 425 TKI ilegal

Selanjutnya

Puluhan penyelam bersihkan sampah di Labuan Bajo

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23388x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19106x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15621x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12638x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe