Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pengalaman
  3. Letinus Murib, menjadi Satpam dan mengojek demi biaya kuliah
  • Rabu, 21 September 2016 — 18:38
  • 1769x views

Letinus Murib, menjadi Satpam dan mengojek demi biaya kuliah

Ia pernah berpikir untuk keluar dari pekerjaan. Namun akhirnya memilih bertahan. Sehari ia bekerja delapan jam, dibagi pagi, siang, atau malam. Gajinya menjadi satpam tidak begitu mencukupi kebutuhan, akhirnya ia juga menjadi tukang ojek pada malam hari sepulang kuliah.
Letinus Murib - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi - Perjuangan hidup ini tidaklah mudah bagi Letinus Murib, 26 tahun. Mahasiswa asal Kabupaten Puncak Jaya ini sehari-hari bekerja sebagai security (satpam) di salah satu misi pelayanan YAJASI di Bandara Sentani dan menjadi tukang ojek.

Mahasiswa Semester 7 Akuntasi Keuangan, Universitas Ottow Geisler ini sudah bekerja di Yajasi 2014, waktu itu ia Semester 4.

"Saya ikut mendaftar setelah diberitahu Pak Jeff Ron Sohilait,ada 28 orang yang mendaftar dan yang lulus tes wawancara hanya dua orang, saya senang dan sangat bersyukur karena bisa bekerja di sini,” katanya saat di temui Jubi di Yajasi, Senin (19/9/2016).

Menurutnya banyak hal yang didapatkan saat bekerja di Yajasi. Ada susah dan senang karena dapat mencukupi kebutuhan perkuliahan karena pekerjaan tersebut sistem kontrak.

“Ada kesempatan untuk kuliah dan yang membuat saya kadang bingung, jika jadwal kerja dan jadwal kuliah bertabrakan, sehingga membuat saya terpaksa cuti kuliah satu tahun," tuturnya.

Ia pernah berpikir untuk keluar dari pekerjaan. Namun akhirnya memilih bertahan. Sehari ia bekerja delapan jam, dibagi pagi, siang, atau malam. Gajinya menjadi satpam tidak begitu mencukupi kebutuhan, akhirnya ia juga menjadi tukang ojek pada malam hari sepulang kuliah.

“Kadang saya bangun subuh untuk mengojek sebelum ke kantor dan ke kampus," katanya.

Letinus mengatakan, harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena tidak ada tempat untuknya bersandar dan mengadu.

"Saya punya Mama sudah berumur, tidak dapat membantu untuk kebutuhan kuliah saya, namun saya ingin mewujudkan impian Mama, yaitu saya harus kuliah sampai selesai dan harus bisa seperti anak-anak lain," ujarnya.

Jeff Ron Sohilait, kepala gudang dan fasilitas Kantor Yajasi mengatakan, suka dengan Letinus karena ia aktif di pelayanan dan bertanggung jawab.(*)

 

loading...

Sebelumnya

Yohanes Walilo, Menambang Pasir untuk Membiayai Kuliah Anak

Selanjutnya

Kisah guru yang memilih mengajar di pedalaman

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34212x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 21625x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18278x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe