Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Tiongkok incar harta gelap, buru tersangka korupsi
  • Rabu, 21 September 2016 — 20:18
  • 644x views

Tiongkok incar harta gelap, buru tersangka korupsi

Walaupun sulit, pejabat Tiongkok akan meningkatkan usaha mengambil kembali uang curian di luar negeri sebagai bagian dari tindakan keras terhadap korupsi.
Ilustrasi fenomena korupsi di Tiongkok - 1421.consulting
ANTARA
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Beijing, Jubi – Walaupun sulit, pejabat Tiongkok akan meningkatkan usaha mengambil kembali uang curian di luar negeri sebagai bagian dari tindakan keras terhadap korupsi.

Langkah itu akan melacak tersangka perkara korupsi beserta harta gelap mereka di luar negeri.

Mengamankan kekayaan tidak halal dari pejabat korup, yang lari dari negara itu telah menjadi bagian dari gerakan serba-lembaga Tiongkok "Sky Net", yang diluncurkan pada 2014, meskipun pihak berwenang membesar-besarkan jumlah pengembalian uang dari ratusan tersangka.

Tiongkok mencoba melakukan kerjasama internasional lebih banyak untuk memburu pejabat korup sejak Presiden Xi Jinping memulai perang melawan korupsi hampir empat tahun lalu.

Namun sejumlah negara Barat enggan membant. Pasalnya  Tiongkok dituduh memperlakukan terdakwa secara tidak baik oleh sejumlah kelompok hak asasi yang juga mengeluhkan keengganan Tiongkok memberi bukti terkait dakwaan mereka.

Pada April, Huang Shuxian, wakil kepala Komisi Pusat Pemeriksaan Kedisiplinan anti-korupsi, mengatakan bahwa langkah itu "sangat sulit".

Pejabat itu mengatakan pihak kepolisian akan bekerjasama dengan bank sentral Tiongkok untuk menindak keras para pejabat yang mengirimkan dana gelap miliaran yuan ke sejumlah rekening asing melalui pencucian uang atau bank-bank tidak resmi.

"Ke depan sejumlah tersangka lainnya akan dipulangkan dari Eropa dan Amerika Selatan," Harian China mengutip pejabat itu.

Tiongkok tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat, Australia atau Kanada, yang menurut media nasional merupakan tempat tujuan populer bagi tersangka.

Beijing lalu menggunakan langkah persuasif untuk mendapatkan kembali orang-orang itu.

Seorang pria yang namanya tercantum dalam 100 orang tersangka korupsi paling dicari Tiongkok kembali dari Kanada secara sukarela, pihak berwenang mengatakan pada Juni, tanpa menginformasikan alasan apa yang membuat dia melakukannya.(*)

loading...

Sebelumnya

Aksi penusukan tentara Israel, tewaskan lebih banyak warga Palestina

Selanjutnya

Puluhan negara sepakat tampung 360.000 pengungsi

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34379x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22864x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18936x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe