Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Dinggap intervensi sidang, delegasi Indonesia diprotes delegasi MSG
  • Kamis, 22 Desember 2016 — 19:35
  • 5691x views

Dinggap intervensi sidang, delegasi Indonesia diprotes delegasi MSG

Sidang akhirnya memutuskan baik Indonesia maupun ULMWP diberikan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan tertulis berkaitan dengan rekomendasi keanggotaan MSG dan membatalkan kalimat yang didiktekan oleh delegasi Indonesia dalam notulensi sidang.
Suasana sidang para pejabat senior MSG dalam penyusunan kriteria keanggotaan MSG - IST
Victor Mambor
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Kejadian tidak menyenangkan terjadi dalam pertemuan Senior Official Meeting (SOM) Melanesia Spearhead Groups Rabu (21/12/2016). Delegasi Indonesia dianggap mendikte notulen sidang menyusun kata-kata dalam notulensi sehingga menimbulkan protes dari pihak United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

Tak hanya ULMWP yang mengajukan protes, delegasi negara-negara MSG lainnya, seperti Kepulauan Solomon, Papua Nugini dan Fiji pun melayangkan protes pada sikap delegasi Indonesia yang mendiktekan kalimat tertentu pada notulen sidang. Karena insiden ini, delegasi Indonesia bersama delegasi ULMWP diminta keluar ruang pertemuan selama beberapa menit sementara delegasi lainnya melanjutkan perumusan kriteria keanggotaan.

Octovianus Mote, Sekjen ULMWP kepada Jubi mengatakan ia memang mengajukan protes kepada pemimpin sidang atas sikap delegasi Indonesia. Menurutnya, MSG adalah rumah Melanesia, bukan rumah Asia. Sehingga setiap pihak yang ada dalam rumah MSG wajib menghargai tata cara Melanesia.

"Kita harus menghargai tata cara Melanesia. Tidak sepantasnya, anggota associated dan observer mengintervensi sidang seperti ini," kata Mote, Kamis (22/12/2016).

Menurut Mote, forum SOM ini sudah melangkah jauh sehingga tidak perlu didikte oleh Indonesia maupun ULMWP.

"Forum ini adalah forum untuk bernegosiasi dan MSG sudah melangkah jauh untuk menegosiasikan isu Papua dan Indonesia sehingga baik ULMWP maupun MSG tak perlu mendikte MSG," kata Mote.

Sidang akhirnya memutuskan baik Indonesia maupun ULMWP diberikan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan tertulis berkaitan dengan rekomendasi keanggotaan MSG dan membatalkan kalimat yang didiktekan oleh delegasi Indonesia dalam notulensi sidang.

Sementara itu, dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Desra Percaya, Ketua Delegasi RI pada Foreign Ministers Meeting (FMM) MSG, di Port Vila, Vanuatu, kali ini mengatakan Indonesia mendorong Melanesian Spearhead Group (MSG) untuk menyusun norm-setting dan guidelines yang jelas bagi aplikasi keanggotaan baru yang menghormati prinsip kedaulatan, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, dan berdasarkan hukum internasional.

“Dengan demikian maka upaya United Liberation Movement for West Papua untuk menjadi anggota penuh MSG akan tertutup selamanya”, kata Desra.

Kehadiran Indonesia, menurutnya, mewakili 11 juta penduduk Indonesia berlatar belakang budaya Melanesia, yang tersebar di lima propinsi Indonesia, yaitu Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. Indonesia juga mendorong kerja sama regional MSG di bidang perubahan iklim, konektivitas, perdagangan, investasi, dan penegakkan hukum. Indonesia juga menyampaikan penawaran untuk menjadi tuan rumah Police Ministers’ Meeting yang ke-2 di Indonesia tahun 2017 yang akan datang.

Namun pernyataan Desra ini tampaknya berlebihan. Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai saat pertemuan dengan delegasi ULMWP usai sidang menegaskan posisi Vanuatu tidak berubah. Sebagai anggota penuh MSG, Vanuatu bersama Kepulauan Solomon dan Front Pembebasan Kanak (FLNKS) mendukung penuh keinginan ULMWP menjadi anggota MSG. Fiji dan Papua Nugini dua negara anggota MSG lainnya ada di posisi berseberangan.

"Posisis Vanuatu tetap dan tidak akan berubah pada ULMWP dan bangsa Papua Barat," kata Salwai.

Dirjen MSG, Amela Yauvoli mengatakan penyusunan kriteria keanggotaan MSG ini bukan agenda baru. Sudah menjadi agenda sejak awal tahun 2016.

"Saat ini beberapa negara tetangga Melanesia ingin menjadi anggota MSG, bukan hanya ULMWP. Karenanya, kriteria keanggotaan MSG harus diperjelas," kata Yauvoli.

Keputusan tentang keanggotaan baru MSG akan diputuskan dalam pertemuan para pemimpin negara MSG pada bulan Januari tahun depan. (*)

loading...

Sebelumnya

Meraup keuntungan dari menjual bunga di Hari Natal

Selanjutnya

Remisi terhadap napi di Papua jangan pilih kasih

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23372x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19099x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15620x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12629x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe