Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Air pasang sebabkan aktivitas warga sekitar Yahim terhenti
  • Rabu, 11 Januari 2017 — 15:28
  • 2257x views

Air pasang sebabkan aktivitas warga sekitar Yahim terhenti

"Air danau naik hingga mencapai paha orang dewasa. Akibatnya kami sudah seminggu tidak berjualan lagi. Kita tunggu air danau ini agak surut dulu baru bisa berjualan lagi,” katanya.
Pasar mini sepi dan satu toko yang tutup di sekitar Dermaga Yahim akibat naiknya air Danau Sentani – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Sentani, Jubi – Air pasang di sekitar Kampung Yahim, Keluarahan Dobonsolo,  Distrik Sentani, Jayapura mengakibatkan aktivitas warga macet total.

Di Dermaga Yahim terdapat pasar mini dan sebuah toko yang biasa digunakan masyarakat untuk membeli barang-barang keperluan rumah tangga.

Penjual makanan di Yahim, Stince ketika ditemui Jubi, Rabu (11/1/2017) mengeluhkan kondisi ini karena sudah seminggu dirinya tidak lagi menjual makanan khas Sentani seperti papeda bungkus, ikan gabus sau dan keladi rebus.

“Air danau naik hingga mencapai paha orang dewasa. Akibatnya kami sudah seminggu tidak berjualan lagi. Bukan hanya saya, beberapa ibu yang sering berjualan di sini juga sudah tidak melakukan aktivitas yang sama. Kita tunggu air danau ini agak surut dulu baru bisa berjualan lagi,” katanya.

Warga lainnya, Rismawati mengaku menutup tokonya sejak dua minggu lalu sebab air memasuki tokonya.

“Kasihan juga masyarakat yang biasanya membeli gula, kopi, teh dan beras serta keperluan rumah tangga. Mereka tidak dapat kami layani karena kondisi air danau yang naik sampai masuk ke dalam toko kami. Terpaksa kami sekeluarga mengungsi di keluarga terdekat di Sentani,” ujarnya.

Terpisah, warga Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Tonji Wally mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam menjawab persoalan ini.

“Kenaikan air danau ini bukan sekali ini saja terjadi, sudah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah dalam hal ini hanya dapat memberikan bantuan sosial dan perhatian yang sifatnya ketika ada bencana, sementara pelayanan publik tidak berubah dari tahun ke tahun,” katanya.

Ia mengatakan, air danau naik bukan karena faktor cuaca, melainkan juga dampak pembangunan yang dilakukan pemerintah. Daerah resapan air bahkan ditimbun atas nama pembangunan.

“Akibatnya danau mengamuk,” kata Tonji. (*)

loading...

Sebelumnya

Danau Sentani meluap, Badan SAR Jayapura tetap siaga

Selanjutnya

Pemprov minta Pemkab Jayapura perhatikan korban luapan air danau Sentani

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34224x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 21771x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18350x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe