Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Tujuh nelayan tertangkap menggunakan bom ikan
  • Kamis, 12 Januari 2017 — 17:09
  • 2610x views

Tujuh nelayan tertangkap menggunakan bom ikan

Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah menyerahkan berkas berita acara hasil penyidikan terhadap tujuh orang nelayan Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, yang tertangkap tangan sedang membom ikan kepada Kejaksaan Negeri Banggai Laut di Luwuk.
Ilustrasi. Tujuh nelayan ditangkap karena menggunakan bom ikan. –tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Palu, Jubi – Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah menyerahkan berkas berita acara hasil penyidikan terhadap tujuh orang nelayan Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, yang tertangkap tangan sedang membom ikan kepada Kejaksaan Negeri Banggai Laut di Luwuk.

Ketujuh nelayan itu tertangkap pada 13 Desember 2016. “Ini adalah proses penyerahan tahap kedua (terakhir) setelah penyidik Kejati Sulteng menyatakan BAP yang kami buat sudah lengkap (P-21)," kata Koordinator Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Agus Sudaryanto yang dihubungi di Luwuk, Kamis (12/1).

Berkas berita acara pemeriksaan tersebut diterima oleh Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Banggai Laut Deni Alfianto, yang selanjutnya akan memproses kasus ini ke tahap penuntutan di meja hijau PN Banggai di Luwuk.

Tersangka yang diserahkan tersebut merupakan nelayan lokal dari Banggai Laut berikut sejumlah barang bukti berupa sebuah kapal penampung ikan bertonase 9 GT, ikan hasil bom 160 kg atau senilai Rp1,6 juta, sebuah kompresor dan sejumlah perlengkapan menyelam, korek api dua pak dan surat ijin pegangkutan ikan (SIPI).

"Tidak ada bahan peledak yang kami temukan karena saat tertangkap tangan, para pelaku sudah menghabiskan bahan bom dalam lima kali ledakan. Pada ledakan kelima itu lah masyarakat menangkap mereka," kata Agus yang juga Kepala UPT Kelautan dan Pelabuhan Perikanan Wilayah I DKP Sulteng itu.

Agus menjelaskan bahwa para tersangka dipergoki oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) penangkapan ikan di laut saat sedang beroperasi dengan cara-cara destruktif itu di sekitar Kepulauan Bokan, Kabupaten Banggai Laut pada 13 Desember 2016.  

Setelah menangkap, anggota pokmaswas menyerahkan mereka ke PPNS DKP Sulteng di Palu. Mereka dibawa ke Kota Palu untuk menjalani penyidikan dengan dikawal petugas polisi perairan. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Satpol PP tangkap 15 ternak liar

Selanjutnya

Sulteng perlu bangun lapas anak dan wanita

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34500x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23243x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19050x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15606x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe