Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bali NTT
  3. Korban banjir Bima telah kembali dari pengungsian
  • Minggu, 15 Januari 2017 — 16:05
  • 2374x views

Korban banjir Bima telah kembali dari pengungsian

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat H Mohammad Rum menyatakan sebanyak 1.013 warga Kota Bima yang terdampak banjir susulan pada Jumat (13/1) telah kembali dari pengungsian karena keadaan sudah aman.
Banjir melanda Kota Bima. –tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Mataram, Jubi – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat H Mohammad Rum menyatakan sebanyak 1.013 warga Kota Bima yang terdampak banjir susulan pada Jumat (13/1) telah kembali dari pengungsian karena keadaan sudah aman.

"Pengungsi semua sudah kembali ke rumah masing-masing sejak Sabtu (14/1)," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Mohammad Rum, di Mataram, Minggu (15/1).

Ia mengatakan, banjir susulan di Kota Bima, menyebabkan 600 rumah tergenang air disertai lumpur setinggi 50 hingga 100 centimeter. Ratusan rumah terdampak banjir tersebut tersebar di Kecamatan Rasanae Barat, yakni Kelurahan Paruga 200 rumah, Dara 200 rumah, dan Kelurahan Tanjung 200 rumah.

Banjir susulan tersebut juga menggenangi tiga sekolah, yaitu SDN 55, MTs Padolo, MI Padolo. Akibatnya, proses belajar-mengajar terganggu. Tim Penanggulangan Bencana juga mendata Puskesmas Paruga ikut terendam air dan berlumpur, sehingga pelayanan kepada masyarakat terganggu.

"Data warga yang mengungsi dan infrastruktur yang terdampak banjir sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Nasional untuk ditindaklanjuti," ucap Mohammad Rum.

Kota Bima dan empat kecamatan di Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, NTB diterjang banjir bandang pada 21 Desember 2016. Banjir bandang susulan setinggi 1 hingga 3 meter kembali terjadi di Kota Bima, pada 23 Desember 2016.

Banjir susulan kembali terjadi di Kota Bima dan Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, pada 2 Januari 2017. Sejumlah kelurahan dan desa terendam air hingga lutut orang dewasa.

Menurut data BPBD NTB, ribuan rumah yang tersebar di lima kecamatan di Kota Bima terendam air setinggi 1 hingga 3 meter. Sebanyak 105.758 jiwa penduduk di kota itu terkena dampak banjir bandang tersebut.

Nilai kerugian akibat banjir tersebut diperkirakan lebih dari Rp900 miliar karena terjadi kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, telekomunikasi, listrik, fasilitas umum, lahan pertanian dan usaha rakyat. (*)

loading...

Sebelumnya

Ratusan siswa diliburkan karena sekolah mereka disegel

Selanjutnya

Polres Kupang tahan tujuh tersangka perdagangan orang

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23388x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19106x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15621x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12638x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe