Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Angka korupsi tinggi di kalangan birokrasi pemerintahan
  • Rabu, 18 Januari 2017 — 15:06
  • 733x views

Angka korupsi tinggi di kalangan birokrasi pemerintahan

Direktorat Antikorupsi dan Penyuapan Papua Nugini menyelidiki dugaan korupsi yang dilakukan beberapa pejabat top di negara itu. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pekerjaannya sebagai pelayan publik.
Ilustrasi. Aksi menolak korupsi di Papua Nugini. –cathnews.co.nz
Post Courier
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Port Moresby, Jubi – Direktorat Antikorupsi dan Penyuapan Papua Nugini menyelidiki dugaan korupsi yang dilakukan beberapa pejabat top di negara itu. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pekerjaannya sebagai pelayan publik.

Gubernur Provinsi Western, Abini Gesele adalah pejabat pertama yang dimintai keterangan, ditahan dan dijerat dengan pasal 96(c) Undang-undang pidana karena menerima suap dalam penetapan pejabat administrasi publik di lingkungan pemerintahan provinsi yang dipimpinnya.

Penyidik mengungkap tindak pidana korupsi yang disebut mereka sebagai korupsi tingkat tinggi di bidang pelayanan publik.

Selama penahanan Gesele, penyidik memperoleh keterangan yang merujuk pada pelaku korupsi lainnya, yaitu Gull Gorgom. Oleh Gesele, Gorgom ditunjuk selaku pejabat provinsi yang berurusan dengan penerimaan suap dari para calon pegawai atau birokrat yang ingin naik jabatan.

Dari kasus tersebut, penyidik juga berhasil mengungkap para pelaku terkait yang berasal dari Departemen Manajemen Personel (DPM) yang memfasilitasi dan melancarkan proses penunjukkan birokrat yang memberikan suap. Dengan cara seperti itu, pejabat DPM menyalahi prosedur pengangkatan pegawai dan kenaikan pangkat pejabat.

Penyidik mengatakan bahwa hal seperti ini kemungkinan menjadi penyebab terjadi banyaknya keributan dan pertikaian antara birokrat di beberapa provinsi lain. Banyak kandidat yang lebih potensial dan berkualitas, namun harus tersingkir karena terkalahkan oleh kandidat yang memberi suap.

Gorgom telah bekerjasama melakukan konspirasi dengan kroni-kroninya di DPM seperti ini sudah dilakukannya sejak masa kepemimpinan sebelumnya ketika Dr. Modowa Gumoi masih menjabat sebagai sekretaris daerah provinsi.

Praktek korupsi di kalangan birokrasi pemerintahan Papua Nugini terus mendapat sorotan dari kalangan oposisi. Hal ini membuat oposisi selalu memberi rapor merah terhadap birokrasi pemerintahan di bawah perdana menteri Peter O’Neill. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Prancis akan segera tandatangani Perjanjian Papeete

Selanjutnya

Kiribati mulai menanami lahannya di Fiji

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23369x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19096x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15619x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12624x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe