Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Menteri ESDM beri sinyal positif bangun smelter di Papua
  • Rabu, 18 Januari 2017 — 19:16
  • 1848x views

Menteri ESDM beri sinyal positif bangun smelter di Papua

"Diharapkan di kawasan industri Pomako itu, kami harapkan di sana nanti dibangun smelter dan industri berbasis mineral lainnya," ujarnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan - tempo.co
Alexander Loen
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan memberikan respon positif terhadap permintaan Pemerintah Provinsi untuk membangun pabrik pengolahan hasil tambang (smelter) di Papua.

"Minggu lalu saya rapat dengan Menteri Ignatius Jonan, dan sudah menyampaikan hal itu, kemudian langsung mendapat respon positif dari pak Jonan," kata Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua Bangun Manurung kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (18/1/2017).

Menurut dia, meskipun smelter akan dikembangkan di Gresik, Jawa Timur, kemungkinan pembangunan smelter dengan kapasitas pengolahan 900 ribu ton konsentrat di Papua sangatlah besar. Apalagi, Kementerian Perindustrian telah membuat studi kelayakan tentang kawasan industri di Pomako, Kabupaten Mimika.

"Diharapkan di kawasan industri Pomako itu, kami harapkan di sana nanti dibangun smelter dan industri berbasis mineral lainnya," ujarnya.

Provinsi Papua juga meminta pemerintah pusat untuk melibatkan pemerintah provinsi Papua dalam pembahasan IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) dengan PT. Freeport Indonesia.

"Kami harap pembahasan ini bisa secepatnya terlaksana dan melibatkan pemerintah dan masyarakat Papua," katanya.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty menilai, smelter yang akan di bangun di Timika, akan jauh lebih hemat dibanding smelter yang ada di daerah lain, baik dari segi energi listrik maupun pembiayaan.

"Meskipun secara pastinya belum diketahui per tonnya berapa, tapi kalau untuk kapasitas 900 ribu ton itu kira kira 1 miliar dollar plus mines," kata Elia. (*)

loading...

Sebelumnya

Anak-anak dalam ancaman, Indonesia darurat kejahatan seksual

Selanjutnya

Sogavare: Para pemimpin MSG wajib hasilkan keputusan positif

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23609x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19245x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15689x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12762x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe