Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Longsor putuskan akses transportasi di Gorontalo
  • Kamis, 26 Januari 2017 — 21:17
  • 2892x views

Longsor putuskan akses transportasi di Gorontalo

Bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Sumalata dan Biawu, memutuskan akses transportasi di wilayah barat Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Kamis (26/1/2017).
Ilustrasi. Longsor landa Gorontalo. –tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Gorontalo, Jubi – Bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Sumalata dan Biawu, memutuskan akses transportasi di wilayah barat Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Kamis (26/1/2017).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Nurhadi Rahim mengatakan, longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan areal perbukitan di wilayah Desa Kasia di Kecamatan Sumalata dan Desa Sembihingan di Kecamatan Biawu, longsor hingga menutupi jalur lintas jalan nasional di wilayah tersebut.

Hingga kini kata Nurhadi, pihaknya belum bisa mengatasi longsor mengingat belum mendapat bantuan alat berat untuk membersihkan jalan yang tertutup tanah dan bebatuan. "Tinggi longsoran mencapai 25 meter sepanjang 15 meter dan menutup empat titik jalan di Desa Kasia, serta dua titik di Desa Sembihingan, Kecamatan Biawu," ujar Nurhadi.

Longsor yang terjadi sejak Kamis pagi tersebut belum teratasi, sebab lokasi longsoran lebih dari dua titik, sedangkan pemerintah daerah tidak memiliki alat berat memadai untuk membersihkan jalan.

Tidak hanya arus kendaraan yang belum bisa melintas, pihaknya pun kata Nurhadi, belum bisa menyalurkan bantuan makanan cepat saji kepada warga korban banjir di wilayah Biawu dan Tolinggula. Tidak adanya jalur alternatif kata dia, menyebabkan penyaluran bantuan ke wilayah banjir belum bisa dilakukan.

Pihaknya berharap akses jalan segera dibuka secepatnya sebab alat berat bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Balai Jalan Sulawesi, sedang menuju wilayah tersebut yang jaraknya mencapai 4 jam dari pusat ibu kota kabupaten.

Nurhadi menyebut, tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu namun pengendara kendaraan bermotor diimbau tidak nekat memaksa melewati jalan, sebab titik longsor dan rawan longsor cukup banyak. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Bandara Kuabang Kao jadi alternatif bandara Sultan Babullah

Selanjutnya

Pemprov Sulteng akan berdayakan 120 perempuan korban KDRT

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23388x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19106x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15621x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12638x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe