Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Pemprov Sulteng akan berdayakan 120 perempuan korban KDRT
  • Kamis, 26 Januari 2017 — 21:22
  • 2433x views

Pemprov Sulteng akan berdayakan 120 perempuan korban KDRT

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan memberdayakan 120 perempuan korban kekerasan di daerah itu sebagai bentuk upaya pencegahan dan perlindungan perempuan dari bahaya kekerasan.
Ilustrasi. Pemprov Sulteng akan berdayakan 120 perempuan korban KDRT. –tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Palu, Jubi – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan memberdayakan 120 perempuan korban kekerasan di daerah itu sebagai bentuk upaya pencegahan dan perlindungan perempuan dari bahaya kekerasan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Tengah Hj. Siti Norma Mardjanu di Palu, Kamis, menyatakan bahwa sebanyak 120 perempuan se-Sulawesi tengah akan diberdayakan lewat pemaksimalan program Forum Peningkatan Produktifas Ekonomi Perempuan (FPPEP).

"Iya, lewat forum peningkatan ekonomi perempuan tersebut, masalah-masalah atau problem yang dihadapi perempuan dalam rumah tangga terkait dengan kekerasan akan disikapi dengan berbagai program pencegahan dan pembinaan," kata Norma Mardjanu.

Norma mengatakan bahwa sebanyak 120 perempuan tersebut akan di bagi dalam 30 kelompok pemberdayaan yang setiap kelompoknya terdiri atas empat orang perempuan korban kekerasan serta perempuan yang tidak mengalami kekerasan atau bukan korban.

Lewat program tersebut, kata dia, perempuan-perempuan korban kekerasan akan dibekali dengan keterampilan usaha untuk peningkatan kehidupan dan pendapatan. Begitu pula dengan perempuan yang tidak mengalami praktik kekerasan fisik dan mental tetapi tercatat sebagai ekonomi lemah.

Hal itu dilakukan karena perempuan-perempuan yang tidak memiliki pekerjaan atau yang semata-mata hanya mengurus rumah tangga, rawan terhadap praktik-praktik kekerasan dalam rumah tangga itu sendiri. (*)

loading...

Sebelumnya

Longsor putuskan akses transportasi di Gorontalo

Selanjutnya

PSM Batal Seleksi Pemain Asal Asia

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23294x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19066x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15611x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12603x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe