Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Diimingi gaji 120 ribu, 33 warga Tulungagung terlantar di Sorong
  • Senin, 30 Januari 2017 — 17:43
  • 2633x views

Diimingi gaji 120 ribu, 33 warga Tulungagung terlantar di Sorong

“Saya dapat informasi kerja di Sorong ini dari mulut ke mulut, saya tidak tahu kerja di perusahaan apa dan tidak ada kontrak kerja. Saya hanya tahu upah yang saya terima saja dan biaya berangkat ke Sorong telah ditanggung,” kata seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.
Puluhan warga asal Tulungagung, Jawa Timur ketika diberi pengarahan oleh polisi di Polsek Sorong Timur, Papua Barat – Jubi/Florence Niken
Florence Niken
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Sorong, Jubi – Tiga puluh tiga warga asal Tulungagung, Provinsi Jawa Timur terlantar di Sorong, Papua Barat.

Mereka mengaku ditipu oleh salah satu perusahaan dengan iming-iming gaji tinggi. Awalnya diberi tahu perusahaan lalu seseorang berinisial H merekrut mereka untuk bekerja di Sorong dengan gaji sebesar Rp 120 ribu per hari untuk tenaga tukang dan Rp 100 ribu untuk kuli biasa.

“Saya dapat informasi kerja di Sorong ini dari mulut ke mulut, saya tidak tahu kerja di perusahaan apa dan tidak ada kontrak kerja. Saya hanya tahu upah yang saya terima saja dan biaya berangkat ke Sorong telah ditanggung,” kata seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.

Belakangan diketahui mereka ditipu perusahaan tersebut lalu membanting stir dengan mencari pekerjaan baru untuk bertahan hidup. Setelah mereka melaporkan hal itu ke Polsek Sorong Timur.

Kapolsek Sorong Timur, AKP Dodi Pratama ketika dikonfirmasi Jubi, Senin (30/1/2017) mengatakan, puluhan orang itu ditampung di polsek sejak Sabtu (28/1/2017) untuk dimintai keterangan.

Dalam menangani konflik antara pekerja dengan perusahaan, lanjutnya, dilakukan melalui jalan tengah, sebab itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Mereka harus mengembalikan uang perusahaan dengan ganti rugi sebesar Rp 700 ribu per orang, sebab telah didatangkan menggunakan uang perusahaan.

“Selain itu mereka pun pada akhirnya ada perusahaan yang mau menampung dan mempekerjakan mereka,” kata Dodi.

Ketua Ikatan Keluarga Sunda, Jawa dan Madura (IKASWARA), Akhmad Zaenuddin mengaku terkejut atas informasi tersebut. 

Ia pun langsung ke Polsek Timur untuk berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

“Saya bersyukur bahwa akhirnya bisa ditemukan solusinya,” katanya.

Akhmad berjanji akan menyelesaikan persoalan yang menimpa warga asal Pulau Jawa itu.

Sementara pimpinan JMP ketika dimintai kerangannya berpaling dari media. Ia hanya mengatakan “sebentar ya” sambil bergegas ke mobilnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Raja Ampat targetkan 7.000 pengunjung tahun 2017

Selanjutnya

Suku Maya desak bayar ganti rugi lahan JLW

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23565x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19228x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15669x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12753x views
Domberai |— Senin, 10 Desember 2018 WP | 10858x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe