Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Kesulitan biaya, bocah penderita penyakit aneh tak lanjutkan pengobatan
  • Kamis, 02 Februari 2017 — 16:57
  • 2672x views

Kesulitan biaya, bocah penderita penyakit aneh tak lanjutkan pengobatan

Kini Mason terpaksa dirawat seadanya oleh orang tuanya di rumah. Alasannya karena tidak mempunyai biaya untuk merujuk anaknya untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Mason, 3 tahun, sedang terbaring di samping ibunya –Jubi/Niko MB
Niko MB
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Sorong, Jubi - Mason, bocah laki-laki berusia 3 tahun di Kelurahan Rufei, Kota Sorong, Papua Barat tidak bisa dibawa orang tuanya melanjutkan pengobatan di rumah sakit rujukan.

Padahal kondisi balita tersebut membutuhkan penanganan medis serius. Kepalanya membesar seakan berisi cairan. Orang-orang menyebutnya ia menderita penyakit aneh.

Kini Mason terpaksa dirawat seadanya oleh orang tuanya di rumah. Alasannya karena tidak mempunyai biaya untuk merujuk anaknya untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Evi, ibu si bocah menuturkan, anaknya menderita penyakit tersebut sejak usia satu atau dua tahun.

"Sudah lama dan itu ada cairan lagi di kepalanya, kami juga pasrah saja,” kata Evi ketika ditemui Jubi di kediamannya di Rufel, Rabu (1/2/2017).

Kekurangan biaya adalah alasan Evi untuk tidak memeriksakan kondisi anaknya lebih detil ke rumah sakit terdekat.

Dokter Susilo yang sempat mendatangi korban di kediamannya belum memastikan korban menderita penyakit apa, sehingga seluruh kepala korban berair seperti nanah.

Menurutnya, penyakit jenis ini tergolong penyakit baru, sehingga untuk mendapatkan pertolongan dan pemeriksaan lebih dalam harus dirujuk ke luar Papua.

Dinas Sosial Kota Sorong ketika hendak dikonfirmasi enggan bertemu wartawan dan menolak berkomentar karena takut salah bicara.(*)

loading...

Sebelumnya

Warga Raja Ampat dilatih lindungi manta

Selanjutnya

Gempa Sorong tak berpotensi Tsunami

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34478x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23197x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19035x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15595x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe