Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Perburuan pari macan makin marak di Sorong
  • Rabu, 08 Februari 2017 — 15:13
  • 2212x views

Perburuan pari macan makin marak di Sorong

Ia bahkan mengaku tak mengetahui pari macan dilindung. “Saya tidak pernah diberi tahu jika ikan pari macam merupakan spesies yang dilindungi,” ujarnya.
Penjualan pari macan di Pelabuhan Jembatan Puri, Klademik, Kota Sorong – Jubi/Niko MB 
Niko MB
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sorong, Jubi – Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Sorong, Provinsi Papua Barat dinilai tak serius melindungi perburuan dan penjualan ilegal ikan pari macan di daerah tersebut.

Pasalnya pari macan--salah satu spesies langka dan dilindungi di perairan Sorong dan Raja Ampat, makin marak diburu dan dijual secara ilegal di kawasan tersebut.

Salah satu nelayan, Ansur ketika ditemui Jubi di Pelabuhan Jembatan Puri, Klademik, Kota Sorong, Rabu (8/2/2017) mengatakan, dirinya kerap mendapatkan pari macan berukuran besar.
Meski harganya relatif berubah-ubah, ia mengaku spesies langka ini paling diminati karena dagingnya gurih.

“Banyak juga peminatnya, Mas. Kita sering dapat dan potong untuk konsumsi juga,” katanya.

Ia bahkan mengaku tak mengetahui pari macan dilindung. “Saya tidak pernah diberi tahu jika ikan pari macam merupakan spesies yang dilindungi,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Sorong, Rudi Laku ketika dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi. Wartawan berupaya mengonfirmasinya melalui SMS dan telpon tapi beliau tak kunjung memberikan komentar.

Pengawasan penjualan mamalia pada daerah ini mengacu pada Peraturan Daerah Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Raja Ampat Nomor 9 Tahun 2011, yaitu melarang adanya penangkapan semua jenis ikan yang dilindungi, seperti pari macan, pari hiu, pari matan dan semua jenis hiu.

Kota Sorong pun menerapkan Perda Nomor 9 itu karena kota ini tak punya wilayah perairan. Wilayah perairannya pun ada hanya dua kilo. Ikan-ikan yang ditangkap nelayan pun kebanyakan dari perairan Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Tambrauw dan Sorong Selatan. (*)

loading...

Sebelumnya

Sejumlah kampung di kaki Gunung Cycloop kesulitan air bersih

Selanjutnya

Masyarakat Nifasi akan demo DPRD dan Bupati Nabire

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34414x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22997x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18975x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe