Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Infrastruktur
  3. Legislator minta solusi pasca penutupan jalan Merauke-Boven Digoel
  • Kamis, 16 Februari 2017 — 11:58
  • 2560x views

Legislator minta solusi pasca penutupan jalan Merauke-Boven Digoel

"Kami hargai upaya perbaikan. Tapi jangan sampai melumpuhkan akses masyarakat dan akses ekonomi. Harus dipikirkan bagaimana perbaikan jalan dilakukan tanpa menggangu akses masyarakat. Harus ada solusi," kata Stef, Rabu (15/2/2017).
Jalan Trans Bovendigoel-Merauke - Jubi/Stefanus Kaisiepo
Arjuna Pademme
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari Daerah Pemilihan (Dapil) Merauke, Boven Digoel, Asmat dan Mappi, Stefanus Kaisiepo mengingatkan dinas terkait di Kabupaten Boven Digoel agar memberikan solusi ketika menutup akses jalan trans Merauke-Bovendigoel dengan alasan perbaikan.

Anggota Komisi IV DPR Papua yang membidangi Infrastruktur itu mengatakan, ketika melakukan pengawasan ke wilayah itu pekan lalu, ada surat edaran kepada sopir, pemilik kendaraan roda empat dan masyarakat yang isinya jalan trans Merauke-Boven Digoel terhitung sejak10-18 Februari 2017 akan ditutup lantaran ada perbaikan jalan. Hanya kendaraan roda dua yang diizinkan melintas.

"Kami hargai upaya perbaikan. Tapi jangan sampai melumpuhkan akses masyarakat dan akses ekonomi. Harus dipikirkan bagaimana perbaikan jalan dilakukan tanpa menggangu akses masyarakat. Harus ada solusi," kata Stef, Rabu (15/2/2017).

Politikus Partai Hanura itu menyesalkanmiliaran dana APBN dianggarankan untuk memperbaiki jalan trans tersebut namun kondisi jalan tak juga berubah.

"Ini ada kesalahan pada perencanaan teknis tanpa melihat kondisi geografis dan struktur tanah. Kalau itu diperhatikan, hasilnya bisa berkualitas. Baik dari sisi mutu dan infrastrukturnya," kata Stef.

Menurutnya solusi dibutuhkan karena transportasi alternatif seperti pesawat ke wilayah tersebut tidak rutin. Selain itu masyarakat belum tentu sanggup membeli tiketnya.

"Kalau ditutup bagaimana bisa pemilik kendaraan menarik kendaraannya keluar. Ini juga menyulitkan akses masyarakat," ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR Papua lainnya, Decky Nawipa mengatakan hal yang sama. Penutupan jalan kata dia, jelas menggangu aktivitas masyarakat.

"Ya harus dipikirkan bagaimana agar pengerjaan jalan tidak menggangu masyarakat. Kan bisa dikerjakan bertahap. Misalnya sisi sebelah terlebih dahulu. Setelah rampung, sisi sebelahnya lagi," kata Decky. (*)

loading...

Sebelumnya

15.000 pelanggan PLN terganggu akibat cuaca

Selanjutnya

Kementerian PUPR jangan hanya dengar laporan sepihak

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34501x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23243x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19050x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15606x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe