Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Paslon "Tofan" klaim sebagai pemenang di Pilkada Yapen
  • Sabtu, 18 Februari 2017 — 20:43
  • 5799x views

Paslon "Tofan" klaim sebagai pemenang di Pilkada Yapen

“Kami menyatakan diri sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati kabupaten Kepulauan Yapen, dengan suara tertinggi dalam Pilkada Kabupaten Kepulauan Yapen 2017,” kata ketua tim pemenangan, Melianus Wayangkau, Sabtu (18/2/2017).
Massa pendukung dan tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar dan Frans Sanadi, mendengar arahan dari Kapolres saat unjuk rasa depan kantor KPUD Yapen – Jubi/IST.
Jean Bisay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Tim pemenangan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar S.Sos dan Frans Sanadi B.Sc S.Sos MBA, mengklaim diri sebagai peraih suara terbanyak sementara hasil Pilkada Yapen, 15 Februari lalu.

 

“Kami menyatakan diri sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati kabupaten Kepulauan Yapen, dengan suara tertinggi dalam Pilkada Kabupaten Kepulauan Yapen 2017,” kata ketua tim pemenangan, Melianus Wayangkau, Sabtu (18/2/2017).

Pihaknya menyatakan itu, tanpa mengurangi rasa hormat terhadap proses rekapitulasi hasil penghitungan suara yang sedang berjalan. Hasil rekapitulasi dari saksi-saksi tim Tonny Tesar dan Frans Sanadi, katanya, dapat dikategorikan sebagai hasil perhitungan cepat.

Wayangkau atas nama tim pemenangan mengucapkan banyak terima kasih serta apresiasi kepada seluruh masyarakat Yapen, yang telah memilih dan memberikan suara.

"Penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh relawan Tonny Tesar dan Frans Sanadi, atas dedikasi serta integritas yang tinggi, berjuang selama proses pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Kepulauan Yapen.

Mencermati kondisi pasca pencoblosan, terkait ditemukannya beberapa pelanggaran dalam penyelenggaraan Pilkada, pihaknya menghimbau seluruh masyarakat Kepulauan Yapen, yang telah melaksanakan hak konstitusionalnya dengan memberikan hak suaranya di TPS-TPS, untuk mengawal proses Pilkada hingga pleno KPUD Kabupaten Kepulauan Yapen.

Eva Yulianti S.H, sebagai tim kuasa hukum, menambahkan melihat ketentuan Pasal 56 ayat (1) dan ayat (2) huruf a Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 14 Tahun 2016 yang menyatakan bahwa: Ayat (1) KPPS wajib menyegel, menjaga, mengamankan keutuhan kotak suara setelah rapat penghitungan suara di TPS.

"Sementara penjelasan ayat (2) Huruf a, KPPS wajib menyerahkan kotak suara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepada PPK melalui PPS pada hari pemungutan suara, dengan menggunakan surat pengantar yang berisi formulir model C-KWK. Model C1 KWK berhologram dan lampiran berhologram serta model C1 KWK Plano berhologram yang telah diisi," katanya.

Berdasarkan ketentuan di atas, katanya, sangat jelas formulir model C-KWK, Model C1 KWK berhologram dan lampiran berhologram serta model C1 KWK Plano berhologram, yang telah diisi harusnya berada dalam kotak suara.

"Namun pada fakta yang kami temukan ada petugas KPUD Kabupaten Kepulauan Yapen, yang mengambil formulir model C-KWK, Model C1 KWK berhologram dan lampiran berhologram secara langsung, di 5 (lima) TPS dari Petugas KPPS," tambahnya.

Berdasarkan pengakuan dari petugas KPUD tersebut, diketahui bahwa perintah pengambilan  formulir model C-KWK, Model C1 KWK berhologram dan lampiran berhologram di beberapa wilayah, atas perintah dari Ketua KPUD Kabupaten Kepulauan Yapen. Hal tersebut secara jelas merupakan suatu pelanggaran terhadap ketentuan.

"Atas peristiwa tersebut kami telah membuat laporan di Sekretariat Sentra Gakkumdu pada Rabu, 15 Februari 2017, dengan No.Laporan 09/LP/PILKADA/II/2017," bebernya.

Sejalan dengan adanya pelanggaran di atas, pada Jumat 17 Februari 2017, di Kampung Dawai, Distrik Yapen Timur, pihaknya menerima informasi adanya temuan pelanggaran, yang indikasi bentuk pelanggarannya adalah dugaan money politik.

"Diduga dilakukan oknum yang mendapat perintah dari salah satu pasangan calon, yang turut berkompetisi pada Pilkada Kepulauan Yapen tahun ini," akunya.

Berdasarkan temuan itu, pihaknya mengharapkan dengan tegas agar pelanggaran-pelanggaran tersebut segera di tindaklanjuti Panwaslu Kabupaten Kepulauan Yapen, berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. (*)

loading...

Sebelumnya

9 juta per bulan hanya dari usaha kunci duplikat

Selanjutnya

Pendukung “Tofan” turun jalan rayakan kemenangan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23377x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19103x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15621x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12632x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe