Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Disinyalir petugas Lapas Abepura "nakal", enam napi kabur
  • Senin, 20 Februari 2017 — 13:16
  • 1771x views

Disinyalir petugas Lapas Abepura "nakal", enam napi kabur

“Ada petugas saya yang nakal dan sering mabuk. Terkadang petugas ini sering membawa masuk minuman. Saya melarang keras petugas mabuk saat bertugas, karena tidak kontrol diri apalagi menjaga narapidana,” katanya.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Enam narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura, Kota Jayapura, Papua, melarikan diri, pada Minggu (19/2/2017) sekitar pukul 10.10 WIT. Para tahanan tersebut kabur dengan cara memanjat pagar belakang dapur lapas di Jalan Kesehatan.

Menanggapi hal tersebut Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Papua, Sarlotha Merahabia, kepada wartawan, Senin (20/2/2017), mengatakan kaburnya napi tersebut karena kurang disiplinnya petugas Lapas Abepura, dalam mengawasi dan menginventarisir barang-barang proyek yang masuk di Lapas Abepura. Akhirnya itu dimanfaatkan oleh napi untuk melarikan diri.

“Ada petugas saya yang nakal dan sering mabuk. Terkadang petugas ini sering membawa masuk minuman. Saya melarang keras petugas mabuk saat bertugas, karena tidak kontrol diri apalagi menjaga narapidana,” katanya.

Sarlotha menambahkan, terkait larinya napi pihaknya sudah membuat tim pemeriksa yang terdiri dari Divisi Pemasyarakatan dan Divisi Administrasi. Dalam waktu dekat akan dilakukan pemeriksaan terhadap petugas jaga, khususnya yang bertugas saat pelarian tersebut.

Selain itu, menurut Sarlotha, Direktur Jenderal Pemasyarakatan telah melakukan MoU dengan pihak TNI agar pensiunan TNI dialihtugaskan menjadi petugas lembaga pemasyarakatan. Mengingat, di Papua tingkat keamanannya cukup tinggi dan potensi kaburnya napi sangat besar, akibat pihaknya kekurangan SDM.

“Kami tinggal menunggu kapan pelaksanaannya, karena belum ada peraturan yang jelas terkait rencana tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya juga sudah mengadakan MoU dengan Gubernur Papua, untuk meminta petugas Sat Pol PP sebagai tenaga bantu pengamanan di Lapas Abepura. Mengingat lagi, narapidana yang dibina adalah putra-putra daerah.

“Minimal petugas jaga berjumlah 10 orang, untuk menjaga napi setiap hari. Tetapi yang terjadi di lapangan hanya 3-4 orang petugas jaga. Dan mereka menjaga napi hingga 400-500 orang,” katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Kamal mengatakan, mereka kabur saat sebagian penghuni lapas sedang melakukan ibadah dan menerima kunjungan keluarga.

Napi yang kabur tersebut di antaranya AK yang divonis delapan tahun penjara, WD dihukum 15 tahun penjara, MH diganjar 10 tahun penjara, JU divonis delapan tahun penjara, DH dikurung tujuh tahun penjara, dan AH. (*)

loading...

Sebelumnya

DPD Hanura Papua siap ganti Ketua Fraksi Hanura

Selanjutnya

Gabriel Maniagasi: Pilkada tak langsung bukan jaminan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33859x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17821x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17062x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe