Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Teleskop terbesar dunia milik tiongkok siap beroperasi
  • Senin, 26 September 2016 — 15:39
  • 798x views

Teleskop terbesar dunia milik tiongkok siap beroperasi

Teleskop radio terbesar di dunia milik Republik Rakyat Tiongkok (RRT) siap memasuki tahap percobaan intensif. Para ilmuwan astronomi RRT meyakini teleskop dengan diameter 500 meter itu telah dapat menerima sinyal dari luar angkasa.
Teleskop berdiameter 500 meter milik RRT. -- AFP via RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Guizhou, Jubi – Teleskop radio terbesar di dunia milik Republik Rakyat Tiongkok (RRT) siap memasuki tahap percobaan intensif. Para ilmuwan astronomi RRT meyakini teleskop dengan diameter 500 meter itu telah dapat menerima sinyal dari luar angkasa.

Mereka membutuhkan waktu tiga tahun untuk mengalibrasi instrumen teleskop agar bisa beroperasi secara penuh. RRT menjadikan teleskop tersebut sebagai bukti bahwa RRT adalah pusat ilmu pengetahuan dunia. “Sangat menyenangkan. Selama bertahun-tahun, kami harus pergi ke luar negeri untuk bisa mengobservasi luar angkasa, sekarang kami punya teleskop terbesar di dunia,” ujar Wakil Manajer Proyek Teleskop Lima Ratus Meter (FAST), Prof. Peng Bo.

Teleskop itu dibangun di atas lahan dekat dengan area kawah di Provinsi Guizhou di barat daya RRT. Proyek tersebut merupakan proyek ambisius Observatorium Astronomi Nasional RRT.

Dengan diameter sebesar itu, maka teleskop ini mengalahkan teleskop di Observatorium Aricebo di Puerto Rico yang memiliki diameter 305 meter. Sementara, teleskop Jodrell di Inggris utara hanya 76 meter.

Proses pembangunan teleskop memakan waktu selama lima tahun. Untuk teleskop sebesar itu, Prof. Peng Bo mengatakan pihaknya butuh waktu kurang lebih tiga tahun sebelum dibuka untuk umum. Dalam proses itu tiga tahun itu, para ilmuwan akan melibatkan para ilmuwan tidak hanya dari RRT, melainkan dari seluruh dunia.

Kepala peneliti, Prof. Nan Rendong menambahkan bahwa teleskop ini akan menjadi alat yang sangat dibutuhkan para astronom karena bisa melihat bintang pertama dan bahkan tanda-tanda kehidupan di dalamnya.

Direktur Observatorium Jodrell Bank, Prof. Simon Garrington mengatakan pembangunan teleskop tersebut adalah pencapaian terbesar para ilmuwan RRT. “Ini proyek sangat ambisius. Kami mungkin akan butuh waktu lebih dari lima tahun untuk membangun teleskop seperti ini,” ucapnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Demonstran protes penembakan pria kulit hitam

Selanjutnya

Kapal pengungsi terbalik di Mesir

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33964x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18236x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17325x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe