Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bomberai
  3. 300 warga ikuti pemeriksaan telinga, kulit dan kandungan
  • Selasa, 07 Maret 2017 — 09:24
  • 1147x views

300 warga ikuti pemeriksaan telinga, kulit dan kandungan

Sepuluh dokter spesialis dan dokter umum serta dibantu lima tenaga medis lainnya dilibatkan dalam kegiatan ini. Hari pertama dilakukan di Kampung Pam, disusul Kampung Saukabu dan Saupapir.
Pemeriksaan telinga bagi anak-anak dan warga Kepulauan Fam, Raja Ampat yang digelar Komite Daerah (Komda) Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT), 3-5 Maret 2017 – Jubi/Florence Niken
Florence Niken
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sorong, Jubi – Sekitar 300 warga dari tiga kampung di Kepulauan Fam, Raja Ampat, Papua Barat, yaitu Kampung Pam, Saukabu dan Saupapir mengikuti pengobatan telinga, kulit dan kandungan.

Kegiatan yang digelar Komite Daerah (Komda) Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT), 3-5 Maret 2017 ini dilakukan untuk memperingati Hari Pendengaran Sedunia, 3 Maret.

Sepuluh dokter spesialis dan dokter umum serta dibantu lima tenaga medis lainnya dilibatkan dalam kegiatan ini. Hari pertama dilakukan di Kampung Pam, disusul Kampung Saukabu dan Saupapir.

Ketua Komda PGPKT Papua Barat, dr. Titus Taba mengatakan, pengobatan di Kepulauan Fam difokuskan pada pemeriksaan telinga sesuai instruksi Kementerian Kesehatan RI.

“Pengobatan ini dilaksanakan atas kepedulian kami dengan masyarakat kepulauan, sebab masyarakat merupakan investasi masa depan daerahnya. Percuma saja daerahnya kaya akan sumber daya alam bila kesehatan telinganya terganggu,” katanya.

Dari 300 orang yang mengikuti pemeriksaan, 130 lainnya adalah anak usia sekolah. Satu dari 130 anak ini pun terpaksa harus dioperasi di Sorong karena kedua gendang telinganya bocor. Sementara anak-anak lainnya hanya ditemukan pasir dan batu pada telinganya.

Seorang warga, Mama Daud (30) mengaku sedih karena anaknya harus dioperasi di Sorong setelah diperiksa. Meski demikian, ia merasa terhibur karena anaknya dilibatkan dalam pengobatan tersebut.

“Saya bersyukur karena bisa berobat gratis, sebab kalau sakit tidak pernah ke dokter,” katanya.

Senior Koridor Manager dari Conservation International (CI), Albert Nebore mengatakan, peningkatan kapasitas masyarakat harus memperhatikan aspek kesehatan yang berkaitan dengan kulit dan pendengaran.

Pengobatan massal disebutnya sebagai bagian dari peningkatan kapasitas masyarakat yang bersifat mendidik.

Menurutnya kegiatan ini tidak hanya di tiga kampung. Sebelumnya kegiatan serupa dilakukan di Manokwari, Teluk Bintuni, Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan, Maybrat dan Kota Sorong. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Pemkab Raja Ampat tertibkan koperasi ilegal

Selanjutnya

Pariwisata dinilai tak berkontribusi pada PAD Kaimana

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34067x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19032x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17658x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe