TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Daging babi di Pasar Youtefa dijual hingga Rp 700.000/kg
  • Selasa, 27 September 2016 — 21:34
  • 2145x views

Daging babi di Pasar Youtefa dijual hingga Rp 700.000/kg

Biasanya daging babi hutan didapat dari masyarakat sekitar Koya, Mosso, Distrik Muaratami dan Arso, Kabupaten Keerom dari memasang jerat di hutan, yang kemudian dibawa dan di jual kepada pengumpul di pasar Youtefa dengan harga bisa mencapai Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu
Seoang penjual daging, Ibu Selly (kiri) saat melayani pembeli daging babi di pasar Youtefa – Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
[email protected]
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Harga jual daging babi di Pasar Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua sangat bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu hingga mencapai Rp 700 ribu per kilo.

Harga tersebut sesuai dengan jenis daging babi yang dijual pedagang, misalnya daging babi ternak dan daging babi hutan.

“Untuk daging babi ternak dan daging babi hutan harganya berbeda. Harga babi hutan lebih murah ketimbang daging babi ternak karena ukuran dan warna dagingnya,” kata seorang pedagang, Selly, ketika ditemui Jubi di Pasar Youtefa, Senin (26/9/2016).

Ibu 34 tahun ini melanjutkan, harga per potong berbeda, tergantung besar dan ukurannya. Namun untuk daging babi ternak dihitung per kilo.

“Biasanya daging babi hutan didapat dari masyarakat sekitar Koya, Mosso, Distrik Muaratami dan Arso, Kabupaten Keerom dari memasang jerat di hutan, yang kemudian dibawa dan di jual kepada pengumpul di pasar Youtefa dengan harga bisa mencapai Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu. Tergantung ukuran babi,” ujarnya.

Ia menambahkan daging yang laku cepat itu daging babi hutan karena harganya terjangkau dan masih segar dari pada daging ternak.

Seorang warga, Frans Loho, 58 tahun mengaku sering membeli daging babi di pasar ini untuk dimakan bersama keluarga, karena daging babi tidak terlepas dari budaya orang asli Papua, terutama wilayah pegunungan.

“Saya lebih suka daging babi hutan karena masih segar dan baru dipotong. Daging babi ternak, dagingnya terlalu lembek. Kalau disimpan di kulkas bisa rusak dan cepat bau,” katanya.

Menurut dia daging yang baik adalah daging babi yang berwarna kemerah-merahan, daripada daging babi yang disimpan selama dua hingga tiga hari. (*)

loading...

Sebelumnya

KIP dorong keterbukaan informasi melalui sosialisasi

Selanjutnya

Pemkot Jayapura tertibkan kawasan perbatasan

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe