Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Perdagangan produk Baduy secara daring meningkat
  • Rabu, 28 September 2016 — 16:19
  • 320x views

Perdagangan produk Baduy secara daring meningkat

Permintaan produk usaha kecil dan menengah kerajinan Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, meningkat selama dua pekan terakhir dengan memanfaatkan teknologi internet.
Baju terbuat dari kain tenun Baduy. -- tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Lebak, Jubi - Permintaan produk usaha kecil dan menengah kerajinan Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, meningkat selama dua pekan terakhir dengan memanfaatkan teknologi internet.

"Kami merasa kewalahan melayani pesanan dari luar daerah setelah dipasarkan melalui daring," kata Neng (45), seorang pelaku UKM kerajinan tenun Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Rabu (28/9/2016)

Peningkatan produksi UKM kerajinan Baduy itu terjadi setelah menjalin kerja sama dengan PT Telkom dengan program "Kampung UKM Digital" yang belum lama ini diluncurkan PT Telkom Indonesia.

Saat ini, produk UKM kerajinan Baduy dapat diunggah melalui daring sehingga bisa diakses oleh masyarakat luas hingga mancanegara.

Pemasaran melalui daring membantu para perajin Baduy sehingga dapat mendongkrak pendapatan ekonomi mereka juga penyerapan lapangan pekerjaan .

Menurut dia, selama ini, produk UKM masyarakat Baduy memiliki kelebihan karena bahan bakunya natural dengan menggunakan batok kelapa juga akar tanaman.

Produk UKM kerajinan Baduy dikerjakan tanpa mesin seperti kain tenun, tas koja, aneka suvenir, golok, batik, selendang dan lomar.

Pemuka adat Baduy Wakil Jaro Tangtu Tujuh Ayah Mursyid menyatakan pendapatan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Baduy meningkat setelah pemasaran secara digital.

Untuk itu, pihaknya optimistis pemasaran melalui daring dipastikan akan dikenal masyarakat luas sehingga bisa menembus pasar domestik dan mancanegara.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar yang juga Pemuka Adat Baduy Saija mengatakan saat ini jumlah pelaku UKM produk masyarakat Baduy sekitar 600 unit usaha.

Mereka terbantu dengan pemasaran yang menggunakan teknologi media internet melalui daring.

Saat ini, harga produk Baduy seperti kain tenun Rp 250.000, batik Rp 70.000, selendang Rp 250.000, tas koja Rp 25.000, kopiah Rp 15.000, golok Rp 300.000, pernak-pernik dari harga Rp 15.000 hingga Rp 25.000. (*)


 

 

 

loading...

Sebelumnya

Kepala daerah di Papua perlu bersatu akhiri pendekatan militer 

Selanjutnya

Meninggalnya Rojit berkaitan dengan Yayasan Solpap di Sorong?

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23565x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19225x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15668x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12750x views
Domberai |— Senin, 10 Desember 2018 WP | 10854x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe