Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Infrastruktur
  3. Pembangunan infrastruktur di Papua terkesan asal-asalan
  • Rabu, 22 Maret 2017 — 13:50
  • 4274x views

Pembangunan infrastruktur di Papua terkesan asal-asalan

"Saya mengapresiasi niat pemerintah membangun infrastruktur jalan dan jembatan untuk membuka keterisolasian di wilayah pedalaman Papua. Tapi harus diikuti dengan perencanaan matang dan terukur. Jangan terkesan asal-asalan dan hanya menghaburkan uang negara," kata Stefanus kepada Jubi, Selasa (21/3/2017).
Ilustrasi Pembangunan Infrastruktur - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi IV DPR Papua bidang infrastruktur, Stefanus Kaisiepo menilai pembangunan infrastruktur jalan di Papua selama ini terkesan asal-asalan.

Penilaian itu dilontarkan politikus Partai Hanura tersebut lantaran kualitas pembangunan infrastruktur di Papua dari dana APBN belum sesuai yang diharapkan.

"Saya mengapresiasi niat pemerintah membangun infrastruktur jalan dan jembatan untuk membuka keterisolasian di wilayah pedalaman Papua. Tapi harus diikuti dengan perencanaan matang dan terukur. Jangan terkesan asal-asalan dan hanya menghaburkan uang negara," kata Stefanus kepada Jubi, Selasa (21/3/2017).

Menurutnya, secara fungsional, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Papua tercapai. Namun dari sisi kualitas dan mutu belum tentu.

"Paling tidak jalan dan jembatan yang dibangun bisa bertahan hingga 10 tahun. Kan nanti tinggal pemeliharaan saja. Jangan anggarannya besar, tapi kualitasnya hanya bertahan satu dua tahun," ujarnya.

Katanya, untuk mencapai pembangunan infrastruktur yang berkualitas, dibutuhkan perencanaan matang. Harus melihat kontur tanah dan kondisi geografis sekitar. Kondisi geografis dan kontur tanah di Papua, tak seperti wilayah lain di Indonesia.

"Dengan begitu, dana yang digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur, tidak sia-sia. Manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," katanya.

Hal yang sama dikatakan anggota Komisi IV DPR Papua lainnya, Lazarus Siep. Menurutnya, jangan sampai setelah dibangun, setiap tahun, masih. saja ada anggaran untuk pekerjaan yang sama.

"Kita ingin kualitas infrastruktur yang dibangun dengan dana besar, benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Masyarakat bisa merasakan manfaatnya," kata Lazarus. (*)

loading...

Sebelumnya

Kuasa Hukum PT BEP: Proyek jalan Kemiri-Depapre bukan pekerjaan fiktif

Selanjutnya

Pengusaha Papua desak copot Kepala BBPJN Papua dan Papua Barat

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34058x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18923x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17637x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe