Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kisah perebutan Matthew dan Hunter oleh Vanuatu dan Kaledonia Baru
  • Jumat, 31 Maret 2017 — 07:34
  • 1270x views

Kisah perebutan Matthew dan Hunter oleh Vanuatu dan Kaledonia Baru

Perselisihan ini tampaknya belum akan mencapai kesepakatan.
Pulau Hunter, salah satu yang diperebutkan sejak 1976 oleh Kaledonia-Perancis dan Vanuatu - IST
RNZI
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Wellington, JubiPerancis baru saja mengajukan proposal untuk kembali bernegosiasi terkait perbatasan dengan Vanuatu.

Ini dilakukan ditengah adanya tanda-tanda kemungkinan perubahan cara negosiasi terkait perselisihan menyejarah atas perbatasan antara Kaledonia Baru dan Vanuatu.

Pemerintah Vanuatu saat ini sedang meninjau proposal baru Perancis atas negosiasi perbatasan itu.

Namun demikian, belum ada informasi yang bersedia dibuka oleh masing-masing pihak apakah negosiasi berkepanjangan yang diajukan dimuka atas gugus pulau Matther dan Hunter.

Balada Matthew dan Hunter

Pulau Matthew dan Hunter telah diklaim baik oleh Kaledonia Baru maupun Vanuatu sejak 1976.

Vanuatu dan Kaledonia Baru, yang masih menjadi wilayah jajahan Perancis itu, sejak itu memperebutkan gugus pulau vulkanik yang terletak di selatan Vanuatu dan timur Kaledonia Baru.

Di tahun 1976, sebelum bekas New Hebrides mendapatkan kemerdekaan sebagai negara Vanuatu, Perancis menganeksasi pulau Matthew dan Hunter menjadi bagian Kaledonia Baru, ketimbang membiarkannya sebagai bagian dari bekas koloni yang dikuasainya bersama Inggris sebagai kondominium.

Pemerintah Vanuatu menolak klaim kedaulatan Perancis atas kedua pulau itu dan menegaskan kedaulata Vanuatu sendiri sejak hari pertama. 

Sejak awal 1980an Vanuatu berupaya mengibarkan benderanya di pulau itu, namun terus diblokade oleh Perancis yang memiliki armada laut yang kuat memantau area itu.

Selama bertahun-tahun Perancis memelihara sebuah stasiun cuaca tak berawak di Matthew.

Sementara Vanuatu masih terus berargumen bahwa secara kartografi, geografi, dan kebudayaan, pulau itu adalah bagian dari kewilayahannya.

Pulau itu sendiri, tampaknya, tidak menunjukkan kandungan dan wujud-wujud sumber daya alam. Namun, mengamankan teritori perairan disekitarnya dapat menjadi potensi signifikan bagi kekayaan dalam hal sumber daya laut, cadangan mineral-mineral langka dan cadangan minyak.

Tanda perubahan

Perselisihan ini tampaknya belum akan mencapai kesepakatan.

Namun Menteri Luar Negeri Vanuatu, Bruno Leingkon diundang ke Paris Januari lalu untuk diskusikan langkah ke depan terkait perselisihan ini.

Perdana Menteri Charlot Salwai juga berada di Paris bulan itu untuk serangkaian forum publik.

Sementara tidak ada pernyataan resmi yang keluar terkait Matthew dan Hunter, sumber dari dalam pemerintah Vanuatu mengatakan negosiasi negosiasi saat ini tidak lagi antara Port Vila dengan Komisi Tinggi Perancis di Kaledonia Baru.

Dapat dipahami bahwa Vanuatu akan lebih memilih bernegosiasi dengan Komisioner Tinggi Perancis di Port Vila. Membawa negosiasi itu menjauh dari orbit Noumea dapat menyederhanakan proses tersebut, setidaknya bagi Perancis.

Gerakan FLNKS Kaledonia Baru yang mewakili masyarakat asli Kanak di Kaledonia Baru, tahun-tahun belakangan ini telah melalui serangkaian debat hingga akhirnya bersetuju pulau tersebut memang milik Vanuatu.

Seperti Port Vila, FLNKS menganggao Matthew dan Hunter adalah bagian dari Provinsi Tafea di Vanuatu. Oleh hubungan tradisional yang sama orang-orang Kanaks memiliki hubungan dengan pulau itu.  

Namun sayangnya, keberpihakan FLNKS ini tidak memiliki dampak hukum terhadap perselisihan tersebut.

Perancis sudah membawa masalah itu ke Konvensi PBB tentang Hukum Kelautan di New York.

Timpang

Namun lapangan permainan dalam perselisihan ini terasa timpang. Perancis dengan kekuatan ekonomi dan pengaruh global begitu besar, maju melawan negeri pulau Pasifik yang kecil dan ekonomi terbatas ini.

Mantan Perdana Menteri Vanuatu, Moana Carcasses, mengusulkan di tahun 2010 agar kedua pulau tak berpenghuni itu dijadikan kondominium bersama antara Vanuatu dan Perancis.

Namun usulannya itu memancing kemarahan di kalangan beberapa kekuatan politik saat itu yang pendiriannya atas perselisihan tersebut tidak berubah sejak kemerdekaan.

Carcasses saat ini dijebloskan ke penjara atas kasus korupsi. Namun usulan mendasarnya itu, yakni Vanuatu mungkin memang harus menunjukkan fleksibilitasnya agar dapat mencapai resolusi atas perselisihan tersebut, dapat menjadi kemungkinan terobosan.

Pada tahun 1983, Vanuatu memancangkan benderanya di Matthew dan Hunter setelah pada awalnya dihadang kapal perang Perancis. Itulah insiden yang kemudian menetapkan awal perselisihan atas pulau tersebut yang berlangsung sampai sekarang.

Namun sejak itu pula perayaan dilakukan setiap tahun oleh rakyat Vanuatu memperingati apa yang mereka sebut ‘keberhasilan memancangkan bendera di Matthew dan Hunter’.

Pada tahun 2013 lalu di sebuah upacara megah, Presiden Vanuatu Iolu Johnson Abbil menganugerahkan medali pada anggota ekspedisi pertama Vanuatu yang berhasil memancangkan bendera Vanuatu di pulau tersebut.(*)

loading...

Sebelumnya

Amnesty International minta Fiji Times batalkan tuntutan penghasutan

Selanjutnya

Perjuangan menyelamatkan laguna Muri di Kepulauan Cook

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34080x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19446x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17705x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe