Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Anak-anak Tonga keracunan asbes
  • Kamis, 29 September 2016 — 10:01
  • 545x views

Anak-anak Tonga keracunan asbes

Sejumlah anak-anak di Pulau Vava’u Republik Tonga menderita sakit paru-paru setelah menghirup debu asbes yang digunakan sebagai bahan atap rumah sakit.
Debu asbes. -- RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Vava’u, Jubi – Sejumlah anak-anak di Pulau Vava’u Republik Tonga menderita sakit paru-paru setelah menghirup debu asbes yang digunakan sebagai bahan atap rumah sakit. Radio Tonga melaporkan bahwa bahan kimia berbahaya itu disemburkan dari abu asbes di rumah sakit Prince Wellington Ngu.

Kepala Kesehatan Vava’u, John Lee Taione mengatakan bahwa bukti-bukti menunjukkan anak-anak tersebut terinfeksi karena debu asbes itu menerpanya akibat turun hujan. Taione mengatakan bahwa debu asbes itu bisa menyebabkan kanker paru-paru.

Juru bicara pemerintah, Paula Ma’u mengatakan bahwa sebuah perusahaan dari Selandia Baru akan datang ke Tonga bulan depan untuk mengganti seluruh asbes yang digunakan di rumah sakit tersebut. Dengan demikian, para pasien harus dievakuasi terlebih dahulu selama proses penggantian asbes itu berlangsung.

Sebelumnya, Komunitas Pasifik telah melarang penggunaan asbes sebagai bahan bangunan karena terbukti mengandung racun yang membahayakan tubuh manusia. Pelarangan itu kian menjadi setelah peristiwa terbakarnya Rumah Sakit Gizo di Kepulauan Solomon, Juli lalu.

Program Lingkungan di bawah Komunitas Pasifik (SPREP) memberikan rekomendasi pelarangan asbes itu untuk diterapkan di seluruh negara-negara Pasifik. Namun, pengawas lokal berpendapat lain terhadap insiden tersebut karena asbes hanya berbahaya jika menjadi abu dan terhirup oleh manusia. 

Tim SPREP telah mengidentifikasi bahan asbes yang digunakan dalam renovasi rumah sakit itu adalah penyebab kontaminasi racun terhadap pasien-pasien dan karyawan rumah sakit.

Penggunaan asbes tidak dilarang di Pasifik sebelumnya. Selandia Baru termasuk negara pertama yang melarang penggunaan asbes yang dimulai tahun ini. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asbes menimbulkan berbagai penyakit termasuk kanker dan telah menewaskan kurang lebih 100.000 nyawa setiap tahunnya.

Topik mengenai pelarangan asbes dan produk-produk turunannya ini akan dibahas dalam pertemuan SPREP di Nieu akhir bulan ini.(*)

 

loading...

Sebelumnya

Parlemen cekal Ratu Isoa karena dituding lecehkan Muslim

Selanjutnya

Parlemen PNG segera sahkan UU informasi

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34342x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22704x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18851x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe