Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kaledonia Baru perang terhadap demam berdarah
  • Senin, 03 April 2017 — 13:37
  • 1099x views

Kaledonia Baru perang terhadap demam berdarah

Kaledonia Baru nyatakan perang terhadap virus demam berdarah setelah lebih dari 1.000 orang terinfeksi virus mematikan itu selama sebulan terakhir dan memakan korban hingga enam orang tewas.
Ilustrasi pet penampung darah terinfeksi virus demam berdarah./ RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 20:46 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 03:29 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Noumea, Jubi – Kaledonia Baru nyatakan perang terhadap virus demam berdarah setelah lebih dari 1.000 orang terinfeksi virus mematikan itu selama sebulan terakhir dan memakan korban hingga enam orang tewas. Pemerintah setempat menyatakan tak kurang dari 250.000 dolar AS akan dikucurkan untuk memerangi virus yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti itu.

Dalam jangka waktu enam bulan, setidaknya 6.000 penduduk Kaledonia Baru terserang virus tersebut. Wabah telah ditemukan di 31 dari 33 teritori negara itu dan mayoritas ditemukan di Noumea.

Penyebaran virus berlangsung sangat cepat, bahkan telah menyerang beberapa negara lainnya di Pasifik. Salah satunya, di pulau Futuna. Media lokal setempat memberitakan bahwa virus yang pertama kali ditemukan di pulau tersebut dibawa oleh seorang remaja yang baru datang dari Kaledonia Baru.

Anak remaja itu kini telah dikarantina di sebuah rumah sakit di Kaleveleve untuk mencegah penyebaran virus kepada penduduk lainnya. Sementara, rumahnya telah disemprot dengan desinfektan. Para petugas dan staf kesehatan di rumah sakit dibekali dengan obat penangkal gigitan serangga karena otoritas telah mengumumkan bahwa virus bisa ditransmisikan melalui gigitan nyamuk.

Selain di Kaledonia Baru dan Futuna, otoritas kesehatan di Polinesia-Prancis juga mengumumkan hal yang sama terkait penyebaran virus ini. Menurut mereka, kasus demam berdarah yang ditemukan di Tahiti itu ditularkan oleh penonton sepakbola asal Vanuatu ketika ada gelaran pertandingan sepakbola U-17 di Tahiti.

Upaya pencegahan maksimal terus dilakukan dengan cara mengukur suhu tubuh pemain bola dan pendukungnya serta menyemprot tempat pertandingan dan penginapan tempat para atlit dan pendukung menginap. Dengan cara itu, otoritas yakin penyebaran virus terhenti sehingga tak ada pasien demam berdarah yang dilaporkan selama sebulan terakhir ini.

Meski begitu, mereka masih waspada akan virus yang kini tengah mewabah di Kaledonia Baru, Kepulauan Solomon, Fiji, Vanuatu, Samoa dan Palau. **

loading...

Sebelumnya

Gereja Katolik Guam kembali dituntut secara hukum

Selanjutnya

Pemerintah Tonga keluarkan izin operasi kasino

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 32814x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 14700x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 14557x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe