Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Belasan orang dibiarkan terapung setelah dirampok
  • Senin, 03 April 2017 — 13:46
  • 1104x views

Belasan orang dibiarkan terapung setelah dirampok

Sebanyak 13 orang dibiarkan terapung di perairan Papua Nugini setelah kawanan perompak merampok mereka. Setelah itu, kawanan perompak juga mencuri mesin perahu sehingga kapal yang ditumpangi korban tidak dapat melaju.
Ilustrasi jangkar perahu./RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Ferguson, Jubi – Sebanyak 13 orang dibiarkan terapung di perairan Papua Nugini setelah kawanan perompak merampok mereka. Setelah itu, kawanan perompak juga mencuri mesin perahu sehingga kapal yang ditumpangi korban tidak dapat melaju.

Dari ketigabelas korban, satu di antaranya adalah seorang misionaris dan satu orang anak kecil yang tengah menumpangi kapal menuju Pulau Ferguson di tenggara Papua Nugini. Misionaris bernama Anton Salavyov itu berasal dari Gerakan Gereja Advent yang tengah melakukan tugas misionaris ke pulau-pulau terpencil bersama dua rekannya yang lain.

Menurut dia, ajaib juga karena semua anggota kelompok dalam kapal berhasil selamat. “Beberapa orang termasuk kapten kapal memilih terjun ke air dan berenang meloloskan diri. Semua harta benda berhasil digondol maling. Namun, beruntung ada satu perangkat telepon genggam yang tertinggal sehingga para korban bisa menelepon bantuan setelah para perompak pergi meninggalkan mereka terapung-apung,” ucapnya.

Pastor Anton mengatakan, hal ini merupakan pengalaman berbahaya pertama selama ia bertugas di Pasifik. “Tentu saja kita tahu bahwa daerah ini rawan bahaya. Kami selalu berada dalam risiko tinggi, namun baru kali ini kami mengalaminya. Ini pelajaran yang baik bagi kami semua,” katanya. **

 

loading...

Sebelumnya

Pemerintah Tonga keluarkan izin operasi kasino

Selanjutnya

Mayoritas pelanggaran disiplin tentara PNG terkait alkohol

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34411x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22984x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18970x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe