Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Wallis dan Futuna pilih ketua DPR baru
  • Rabu, 05 April 2017 — 11:15
  • 688x views

Wallis dan Futuna pilih ketua DPR baru

Kendati diwarnai aksi walk out, Wallis dan Futuna akhirnya memilih David Verge sebagai ketua DPR baru menggantikan Mikaele Kulimoetoke. Sembilan dari 20 anggota DPR melakukan walk out dan tidak mau kembali menghadiri persidangan.
Bendera Wallis dan Futuna./RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Futuna, Jubi – Kendati diwarnai aksi walk out, Wallis dan Futuna akhirnya memilih David Verge sebagai ketua DPR baru menggantikan Mikaele Kulimoetoke. Sembilan dari 20 anggota DPR melakukan walk out dan tidak mau kembali menghadiri persidangan.

Aksi boikot itu dipicu oleh aturan bahwa anggota kelompok DPR yang senior tidak diperbolehkan mengikuti proses pemilihan. Aturan ini baru dan membuat mereka yang baru terpilih bulan lalu melalui pemilihan teritorial itu tidak dapat bersaing menduduki kursi ketua.

Sosok Verge sendiri penuh dengan kontroversi. Ia pertama kali terpilih menjadi anggota DPR lima tahun lalu. Karena diterpa isu penyalahgunaan keuangan, Verge dicopot dari kursi keanggotaan DPR setahun lalu. Ia juga dihukum tidak dapat menduduki kursi apapun selama setahun.

Ia dituding atas beberapa kasus penyalahgunaan keuangan dan tak satu pun kasusnya itu telah dibawa ke pengadilan. Menurut pengamat politik setempat, mayoritas anggota DPR kini menunjukkan kecenderungannya berpihak pada raja Wallis Patalione Kanimoa yang diakui pemerintah Prancis.

Wallis dan Futuna adalah pulau di Samudera Pasifik seluas 80 kilometer persegi dan dihuni oleh 5.000 orang. Teritori ini berada di bawah pemerintahan Prancis. Meski secara geografis lebih dekat dengan Tonga, namun kebudayaannya lebih mirip dengan Samoa. Penduduknya mayoritas bertutur bahasa Prancis dan Futuna.**

 

loading...

Sebelumnya

Rumput Vetiver solusi baru atasi erosi

Selanjutnya

Banyak perusahaan kontraktor kamp pengungsi melanggar HAM

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23423x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19127x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15631x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12668x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe