Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kebijakan diperketat, migran Pasifik ke Selandia Baru berkurang
  • Kamis, 06 April 2017 — 14:25
  • 993x views

Kebijakan diperketat, migran Pasifik ke Selandia Baru berkurang

Jumlah migran dari kawasan Pasifik ke Selandia Baru terus berkurang seiring dengan kebijakan pengetatan imigrasi ke negeri kiwi itu selama lebih dari lima tahun terakhir.
Para penabuh drum dalam Festival Pasifika di Selandia Baru./RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Auckland, Jubi – Jumlah migran dari kawasan Pasifik ke Selandia Baru terus berkurang seiring dengan kebijakan pengetatan imigrasi ke negeri kiwi itu selama lebih dari lima tahun terakhir. Sejak tahun 2012, jumlah migran dari Pasifik berkurang sebanyak 28 persen.

Seorang wanita asal Samoa yang menolak menyebutkan namanya mengatakan bahwa ia telah berjuang agar dua keponakannya bisa mendapat izin tinggal di Selandia Baru. Meski kedua orangtua keponakan tersebut adalah warga negara Selandia Baru, permohonan agar kedua anak tersebut mendapat visa izin tinggal lebih dari tiga bulan telah diajukan berkali-kali.

“Sekali waktu, kami mengirimkan permohonan untuk kedua anak ini, satu surat permohonan dikembalikan lagi dengan alasan anak yang tertua perlu menyertakan surat keterangan dari kepolisian,” ujar wanita tersebut.

Kemudian, ia pergi ke cabang Manukau dan mengatakan bahwa ia tidak mengerti dengan pengembalian surat permohonan tersebut. “Lalu petugas imigrasi pergi bertanya pada manajernya dan lalu kembali kepada kami setelahnya. Ia mengatakan kami perlu menyertakan surat keterangan dari kepolisian Samoa,” tuturnya.

Ia mengaku tidak mengerti dengan kebijakan ini, mengingat keponakannya ini masih berusia dua tahun. Kedua orangtuanya terus mengeluarkan uang untuk memperpanjang masa berlaku visa setiap tiga bulan agar kedua anak tersebut boleh tinggal di Selandia Baru secara legal.

Menteri Urusan Orang Pasifik, Alfred Ngaro mengatakan dampak kebijakan ini tak hanya dirasakan keluarga Pasifik. “Kami telah mengurangi pengabulan permohonan tinggal bagi semua negara dan kawasan, tak hanya bagi keluarga dari Pasifik,” ujarnya.

Namun, berdasarkan data resmi yang diterima oleh RNZ International, jumlah permohonan migrasi yang tidak dikabulkan terbanyak memang dari kawasan Pasifik. Sementara, jumlah migran yang dikabulkan dari negera dan kawasan lain masih tetap sama dari sejak 2012. **

loading...

Sebelumnya

Kunjungan Turnbull ke Papua Nugini menuai curiga

Selanjutnya

Angka bunuh diri di kalangan remaja Fiji sangat tinggi

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34257x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22197x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18561x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe