Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bomberai
  3. Penanganan tindak pidana perikanan di 13 kampung disosialisikan
  • Selasa, 11 April 2017 — 14:47
  • 1146x views

Penanganan tindak pidana perikanan di 13 kampung disosialisikan

Forum ini sudah dua kali melakukan sosialisasi sejak dibentuk tahun 2015. Sosialisasi pertama di Kepulauan Fam, 27 Februari – 1 Maret 2017 dan sosialisasi kedua pada 5-9 April 2017. 
Suasana sosialisasi di 13 kampung di Kampung Jefman Barat, Raja Ampat untuk memberikan pemahaman tentang hukum dan satwa yang dilindungi – Jubi/Florence Niken
Florence Niken
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sorong, Jubi – Forum Koordinasi Tindak Pidana Perikanan melakukan sosialisasi di 13 kampung di Raja Ampat untuk memberikan pemahaman tentang hukum dan satwa yang dilindungi. 

Forum ini sudah dua kali melakukan sosialisasi sejak dibentuk tahun 2015. Sosialisasi pertama di Kepulauan Fam, 27 Februari – 1 Maret 2017 dan sosialisasi kedua pada 5-9 April 2017. 

Dengan itu masyarakat diharapkan menjadi pengawas terhadap pelanggaran atas sumber daya laut di kawasannya. 

“Tentu saja, misalnya masyarakat mengetahui telah terjadi kasus pengeboman ikan, maka dengan peraturan yang ada masyarakat bisa menangkap dan melaporkan kasus tersebut ke petugas sesuai hukum yang berlaku,” kata MPA manajemen Conservation International (CI), Kristian T. kepada Jubi di Sorong, Senin (10/4/2017). 

Ia mengatakan kawasan Batanta dan Salawati, Raja Ampat dipilih sebagai sasaran sosialisasi karena rawan terhadap pengeboman ikan. 

Kepala Kampung Jefman Barat yang menghadiri sosialisasi ini mengatakan batas wilayah pemerintahan kampung belum jelas. 

Ia juga menemukan 10 long boat setiap hari mencari ikan como dengan menggunakan jaring lingkar yang sekali tarik bisa mendapatkan berton-ton ikan. Padahal nelayan lokal hanya bisa mengangkut ikan lebih sedikit. 

“Ini terjadi karena batas wilayah yang belum jelas,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Listrik padam, dua mesin di SPBU Krooy rusak

Selanjutnya

4.722 siswa di Kota Sorong ikuti UNBK 

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34487x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23229x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19044x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15601x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe