Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Solidaritas bagi sang desainer bendera Papua Nugini
  • Rabu, 12 April 2017 — 10:19
  • 2903x views

Solidaritas bagi sang desainer bendera Papua Nugini

Solidaritas warga terus digalang untuk membantu Susan Karike Huhume, sang desainer bendera Papua Nugini yang tengah sakit keras.
Aksi protes warga desa Meii menggelar protes solidaritas untuk Susan Karike Huhume/Post Courier
Post Courier
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Port Moresby, Jubi – Solidaritas warga terus digalang untuk membantu Susan Karike Huhume, sang desainer bendera Papua Nugini yang tengah sakit keras. Susan yang berasal dari desa Meii, Kerema Pusat dikenal karena patriotismenya. Warga desa Meii berbaris di jalan menuju Rumah Sakit Umum Port Moresby untuk menunjukkan dukungan moral dan meminta bantuan pemerintah.

“Susan telah melakukan banyak untuk negara kita khususnya mendesain bendera yang membuat Papua Nugini dapat dikenal di peta dunia. Meski semua orang mengetahui bahwa Susan adalah desainer bendera, namun pemerintah belum mengakui dan menghormati hal ini. Oleh karena itu, kita harus menunjukkan dukungan moral kita untuk Susan dan keluarganya,” ujar pemimpin masyarakat Meii, Saba Savara.

Aksi solidaritas masyarakat desa Meii cukup gencar dilakukan. Mereka menekan pemerintahan Peter O’Neill untuk memperhatikan kesehatan Susan yang hidup dalam keadaan serba kekurangan di desa. “Kami ingin melakukan protes damai, kami tidak ingin oportunistik mengambil keuntungan dari kejadian ini. Tujuan kami hanya satu, yaitu agar saudara perempuan kami mendapat pertolongan dari pemerintah untuk membayar biaya kesehatan yang sangat tinggi,” ujarnya.

Ketua Focus Gulf PNG Inc, David Vaii mengatakan bahwa berkat Susan, kini dunia mengenal Papua Nugini melalui warna merah, hitam dan warna emas dengan burung Kumul dan bintang pari. “Namun, dengan kita bicara seperti ini, ibu pertiwi kita tengah menangis untuk memohon bantuan dokter dan pegawai rumah sakit agar mendapat keringanan biaya,” tuturnya.

Dalam kampanyenya, mereka menyerukan nilai patriotism rakyat Papua Nugini untuk ditunjukkan dengan cara bersolidaritas terhadap Susan. “Ayo kita lakukan ini demi Susan. Berikan ia kenyamanan yang ia butuhkan dan pantas dapatkan, berjuang bersama keluarganya demi kesehatannya cepat pulih kembali. Kita percaya nurani Anda semua dan kami percaya pada nilai patriot dan nasionalisme Anda semua,” ujarnya.

Susan tergeletak di kamar intensif Rumah Sakit Umum Port Moresby setelah terserang stroke pekan lalu. Suami dan keluarganya mengalami kekurangan dana untuk membayar biaya rumah sakit. Kendati tidak dihargai oleh negaranya, Susan sangat disayangi rakyat di desanya, di desa Meii.

Ratusan warga desa Meii menggelar protes dan mengancam akan menginap di depan rumah sakit demi menunjukkan solidaritas terhadap Susan. “Kami akan menginap di sini sampai pemerintah mendengar permintaan kami untuk membantu Susan dan keluarganya,” ujar peserta aksi.

Dikenal dengan nama Susan Hareho Karike, wanita ini mendesain bendera Papua Nugini pada tahun 1971. Desain bendera yang ia ajukan diterima pada tahun itu juga dan baru empat tahun kemudian, ia bergabung bersama patriot lainnya mengibarkan bendera tersebut sebagai identitas nasional pada 16 September 1975.

Bendera PNG

Sebagai sebuah negara yang baru berdiri, Papua Nugini resmi memiliki bendera kenegaraan sebagai bagian dari identitas bangsanya di dunia pada 1 Juli 1971. Saat itu, Susan masih berusia 15 tahun dan masih sekolah di sebuah sekolah menengah. Ia memenangkan kompetisi mendesain bendera yang diselenggarakan pada tahun 1971.

Dikutip dari papuanewguineaflag.facts.co, warna merah menyimbolkan keberanian. Sementara warna hitam menyimbolkan masyarakat Papua Nugini. Burung Kumul menyimbolkan kebutuhan bangsa Papua Nugini akan identitas kebangsaannya. Bintang pari menyimbolkan hubungan Papua Nugini dengan Australia dan beberapa negara lain di Pasifik Selatan. Dan warna kuning di bendera melambangkan kekayaan mineral yang dikandung bumi Papua Nugini.

Warna merah dan hitam telah lama dikenal sebagai warna tradisional bagi banyak suku di Papua Nugini. Bendera juga menampilkan siluet burung raggiana. Sementara, hitam-putih-merah adalah warna bendera Kekaisaran Jerman yang telah menjajah Papua Nugini sebelum tahun 1918.

Sebelum tahun 1970, Papua Nugini dikenal sebagai teritori Australia dan bendera untuk even-even olahraga yang digunakan yaitu burung raggiana dengan latar belakang warna hijau.

Pada tahun 1970, pemerintah administrasi Australia mencoba memperkenalkan bendera lain, sebuah triband vertikal, yang terdiri dari biru dengan bintang pari (seperti yang ada di bendera Australia), lalu warna kuning dan hijau dengan burung berwarna putih terbang.

Namun, setelah Papua Nugini berhasil berdaulat penuh pada tahun 1975, mereka memilih bendera yang didesain Susan Karike Huhume sebagai bendera negaranya hingga sekarang. Sayang, penghargaan pemerintah terhadap Susan sebagai sosok desainer bendera negara tak kunjung membaik. Rezim berganti, namun Susan masih tidak diakui jasanya. Bahkan, kini Susan dan keluarganya kesulitan membayar biaya rumah sakit. **

 

 

 

loading...

Sebelumnya

Pemangkasan jam kerja tidak berlaku bagi politikus Samoa

Selanjutnya

Pemrotes Nauru cari dana untuk bayar pengacara

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34319x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22551x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18762x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe