Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Seni & Budaya
  3. Beberapa marga di Teluk Wondama terancam punah
  • Rabu, 12 April 2017 — 14:43
  • 3715x views

Beberapa marga di Teluk Wondama terancam punah

"Dari data yang kami peroleh masih ada beberapa marga nyaris punah. Ada faktor atau penyebab yang harus menjadi perhatian semua pihak terutama pemerintah daerah," kata Filep.
Peta administrasi Kabupaten Teluk Wondama - IST
ANTARA
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Manokwari, Jubi - Populasi manusia dari tiga marga di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, punah yang diduga akibat buruknya pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari Filep Wamafma pada jumpa jumpa pers di Manokwari, Selasa (11/4/2017) mengatakan, STIH bersama tim dari Universitas Atmajaya Yogyakarta melaksanakan penelitian hukum adat beberapa suku di Teluk Wondama.

"Selama tujuh hari kami berada di Wondama, antara 3 hingga 10 April. Penelitian kami laksanakan di Distrik Dianer dan Naikere," kata dia.

Dia menyebutkan, tiga marga yang sudah dinyatakan punah tersebut, yakni Iruwata dan Wariwata dari Suku Miere dan Tamboa dari Suku Mairasi. Dua suku tersebut berada di Distrik Naikere Teluk Wondama.

Filep mengutarakan, Suku Miere memiliki delapan marga dan Mairasi lebih dari enam marga.

"Dari data yang kami peroleh masih ada beberapa marga nyaris punah. Ada faktor atau penyebab yang harus menjadi perhatian semua pihak terutama pemerintah daerah," kata Filep.

Dia mengutarakan, pelayanan kesehatan di daerah tersebut cukup buruk. Kepunahan tiga marga ini terjadi salah satunya akibat kematian yang terjadi saat proses persalinan.

Kasus tersebut, kata dia, terjadi berulang kali selama beberapa tahun. Pada tahun 2014 lalu, generasi tiga marga tersebut punah total.

Dari keterangan kepala suku setempat, tidak ada pelayanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan warga pedalaman tersebut.

"Tidak ada Puskesmas, bidan maupun petugas kesehatan yang datang melayani warga. Kematian bayi dan ibu saat proses persalinan cukup sering terjadi," katanya.

Dia berharap, hasil penelitian tersebut menjadi referensi bagi pemerintah daerah sehingga bisa mengevaluasi dan mendorong pelayanan kesehatan di daerah tersebut. (*)

loading...

Sebelumnya

Pengadilan batalkan tuntutan terhadap 11 anggota parlemen Vanuatu

Selanjutnya

Srikandi Papua dipercayakan menjabat Bupati Mappi

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34049x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18843x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17617x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe