Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ibukota
  3. Tujuh tahanan KPK nyatakan pilih Anies-Sandi
  • Rabu, 19 April 2017 — 20:22
  • 8817x views

Tujuh tahanan KPK nyatakan pilih Anies-Sandi

Tujuh koruptor yang bertatus tahanan KPK kompak menunjukkan tiga jari sebagai simbol dukungan kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno seusai memberikan suara
Ilustrasi (Jubi/Tribunews.com)
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 

Jakarta, Jubi - Tujuh koruptor yang bertatus tahanan KPK kompak menunjukkan tiga jari sebagai simbol dukungan kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno seusai memberikan suara di TPS 19 Setiabudi yang berlokasi di rumah tahanan (rutan) gedung KPK Jalan HR Rasuna Said kavling C-1 Jakarta, Rabu (19/4).

Ketujuh orang tahanan KPK itu adalah karyawan PT Merial Esa Muhammad Adami Okta, mantan anggota DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi, "Country Director" PT EK Prima Ekspor (EKP) Indonesia Ramapanicker Rajamohanan Nair dan Presiden Direktur PT FOX Indonesia Choel Mallarangeng.

Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah, Direktur PT Mahkota Negara Marisi Matondang dan anggota Komisi V DPR dari Fraksi PAN Andi Taufan Tiro yang kompak menunjukkan tiga jari saat berfoto usai mencoblos.

"Siapapun yang menang, yang penting damai-damai saja," kata Choel Mallaranggeng kepada wartawan.

Selain mereka, satu tahanan KPK lain yang juga ikut memilih adalah mantan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar yang ditahan di rutan KPK kavling C-1.

Tahanan pertama yang memberikan suara adalah Patrialis Akbar. Dia pada pilkada DKI Jakarta putaran pertama tidak menggunakan hak pilihnya. Patrialis tidak mengenakan rompi tahanan KPK warna oranye saat mencoblos.

"Saya hanya memilih satu di antara dua," kata Patrialis lalu melambaikan tangan dan kembali masuk ke rutan sehingga tidak ikut foto bersama dengan para tahanan dari rutan Guntur.

Selanjutnya adalah Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Fahmi tidak berkomentar mengenai siapa pasangan calon pilihannya. (*)
 

loading...

#

Sebelumnya

Saldi Isra resmi jabat hakim konstitusi

Selanjutnya

MUI: Korupsi Al Quran tidak lecehkan agama

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34140x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 20488x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17846x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe