Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Penderita malaria dan ISPA masih tinggi di Puskesmas Dosay
  • Kamis, 20 April 2017 — 17:26
  • 1273x views

Penderita malaria dan ISPA masih tinggi di Puskesmas Dosay

"Malaria masih urutan ke satu dan ISPA urutan kedua, namun bukan berarti kami tidak melakukan tindakan, tapi kami lakukan tindakan agar bagaimana penderita malaria dan ISPA berkurang, salah satunya kami bagi kelambu kepada masyarakat dan anak yang baru lahir," katanya kepada Jubi, Rabu (19/4/2017).
Puskesmas Dosay di Kabupaten Jayapura - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sentani, Jubi - Kepala Puskesmas Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, dr. Indah Lisdiyani mengatakan, untuk empat bulan berjalan tahun ini, penderita malaria dan ISPA masih tinggi di puskesmanya.

"Malaria masih urutan ke satu dan ISPA urutan kedua, namun bukan berarti kami tidak melakukan tindakan, tapi kami lakukan tindakan agar bagaimana penderita malaria dan ISPA berkurang, salah satunya kami bagi kelambu kepada masyarakat dan anak yang baru lahir," katanya kepada Jubi, Rabu (19/4/2017).

Untuk menangani malaria, lanjutnya, perlu kerja sama masyarakat di sekitar agar tidak terkena malaria. Masyarakat harus menimbun kaleng-kaleng bekas dan sampah lainnya.

“Penyebab malaria dan ISPA karena perubahan iklim dan cuaca yang sedang terjadi sekarang," katanya.

Selain kedua penyakit, penderita lainnya adalah sakit otot sendi.

"Kami juga mendapatkan masyarakat yang sakit otot-otot yang diakibatkan kecapekan, asam urat, dan rematik, rata-rata penderita di atas 40 tahun," katanya.

Dr. Indah mengatakan, untuk mengurangi angka penderita, pihaknya tidak hanya melakukan pelayanan di Puskesmas, tetapi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Ia berharap pelayanan yang di berikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Selain membagikan kelambu kepada masyarakat, kami juga melakukan sosialisasi untuk menimbun tempat yang dapat mengakibatkan nyamuk," ucapnya.

Indah ia menambahkan, untuk stokobat saat ini di Puskesmas Dosay sudah terpenuhi sesuai kebutuhan.

"Obat sudah cukup walau beberapa obat itu harus kami beli sendiri karena di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura tidak ada stok obat tersebut," ujarnya.

Seorang warga yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, pelayanan di Puskesmas Dosay terkadang antre lama di ruangan yang kecil. (*)

loading...

Sebelumnya

Hanya 10 persen peserta UNBK susulan di Kota Jayapura

Selanjutnya

Miliki lab komputer, SMP Muhammadiyah Jayapura siap gelar USBN

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34049x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18843x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17617x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe